Sepanjang minggu ini, harga emas dunia terpangkas 3,62% secara point-to-point. Ini menjadi koreksi mingguan terdalam selama 6 bulan terakhir.
Sejumlah kabar menjadi sentimen negatif bagi harga emas. Rusia dan Ukraina telah bertemu di Turki. Ini menjadi pertemuan langsung kedua pihak untuk kali pertama dalam 3 tahun, sejak konflik bersenjata meletus.
Di Turki, Rusia-Ukraina sepakat untuk melakukan pertukaran sandera dan melanjutkan dialog mengenai potensi gencatan senjata. Namun, perdamaian memang belum sepenuhnya tercapai.
Di bidang perdagangan, Amerika Serikat (AS) dan China terus melanjutkan dialog seputar tarif bea masuk impor. Pekan lalu, kedua negara telah berdialog di Swiss dan menyepakati sejumlah poin penting, di antaranya penurunan tarif bea masuk untuk 90 hari ke depan.
“Emas sudah mulai kelelahan. Isu tarif mengalami de-eskalasi sehingga menyingkirkan ketidakpastian, setidaknya untuk saat ini,” kata Christopher Wong, Currency Strategist di Oversea-Chinese Banking Corp, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Emas adalah aset yang dipandang aman (safe haven asset). Saat situasi kalem, tenang, minim guncangan, biasanya investor akan cenderung memilih aset-aset yang berisiko dan bisa memberi cuan secara instan.
(aji)
























