Logo Bloomberg Technoz

Bahlil Akan Evaluasi Kontrak Blok Minyak Telantar di Natuna

Nyoman Ary Wahyudi
16 May 2025 18:15

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (Dok. Kementerian ESDM)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (Dok. Kementerian ESDM)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bakal mengevaluasi sejumlah kontrak blok minyak yang tidak produktif di kawasan Natuna, Kepulauan Riau.

Saat meresmikan onstream Lapangan Forel & Terubuk, Bahlil membeberkan terdapat sejumlah blok minyak yang lama dipegang kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), tetapi tidak beroperasi.

Temuan itu disampaikan Bahlil kepada Presiden Prabowo Subianto lewat sambungan daring dari Natuna. Belakangan, Bahlil meminta persetujuan Prabowo untuk mencabut sejumlah kontrak blok minyak yang tidak lagi beroperasi tersebut.


“Di sekitar blok-blok ini ternyata masih banyak blok-blok yang bisa kita kerjakan, tetapi pemegang izinnya sudah lama dipegang dan tidak beroperasi,” kata Bahlil saat seremoni Onstream Lapangan Forel & Terubuk di Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (16/5/2025).

Menurut Bahlil, sejumlah blok yang telantar ini bisa berkontribusi untuk tambahan produksi siap jual atau lifting minyak sekitar 5.000 barel per hari (bph) sampai dengan 7.000 bph.