Target Menengah
Rencana pembentukan usaha patungan Eni-Petronas tersebut dimumkan awal tahun tahun ini. Melalui pernyataan resmi perusahaan pada 27 Februari, Petronas sebelumnya menyatakan sinergi tersebut diharapkan dapat menghasilkan produksi berkelanjutan sebesar 500 kboepd dalam jangka menengah.
Kerja sama ini ditargetkan dapat menciptakan sinergi signifikan menuju pembentukan pemain gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) utama di kawasan, dengan gabungan cadangan mencapai sekitar 3 miliar barel ekuivalen minyak (boe) dan potensi eksplorasi tambahan hingga 10 miliar boe.
Adapun, JV keduanya akan berfokus pada investasi dalam proyek pengembangan gas baru, yang mencerminkan komitmen perusahaan migas milik negara Malaysia itu terhadap transisi energi dan mendukung peningkatan permintaan gas domestik regional.
"Berdasarkan kesepakatan ini, aset [Petronas] akan mempertahankan struktur operasional saat ini, dengan fokus pada HSE, penyelesaian proyek, dan efisiensi; sementara kedua perusahaan terus menegakkan komitmen investasi sosial mereka," papar perusahaan.
Perusahaan baru ini juga diharapkan dapat memanfaatkan kompetensi dan kemampuan finansial Petronas dan Eni untuk meningkatkan pembiayaan eksternal secara mandiri.
"Petronas dan Eni bertujuan untuk memastikan stabilitas produksi aset-aset Malaysia sekaligus mendukung perkembangan baru yang tepat waktu di Indonesia," tulis mereka, seraya menambahkan rencana usaha patungan tersebut telah diinformasikan kepada pihak Pemerintah Indonesia maupun Malaysia.
Sehubungan dengan rencana JV tersebut mengelola aset gas di Indonesia dan Malaysia, pada Februrai tahun ini Petronas juga dikabarkan tengah berunding dengan sejumlah bank untuk mendapatkan pinjaman potensial guna mendanai proyek LNG tersebut.
Perusahaan energi milik negara Malaysia itu tengah mencari pendanaan proyek senilai lebih dari UUS$1 miliar, kata sumber tersebut kepada Bloomberg. Fasilitas tersebut dapat memiliki tenor sekitar 15 tahun, tambah sumber tersebut.
Di Indonesia, Petronas saat ini menjadi operator untuk Blok Ketapang, North Madura II, dan North Ketapang yang berlokasi di lepas pantai Jawa Timur, serta menjadi mitra pada 7 blok lainnya yang tersebar di darat dan lepas pantai Sumatra, Laut Natuna, Jawa Timur, dan Indonesia Timur.
Sementara itu, sejak beroperasi di Indonesia pada 2001, Eni telah mengembangkan portofolio besar yang mencakup eksplorasi, pengembangan, dan produksi. Saat ini, Eni memproduksi sekitar 700 MMSCFD gas dari wilayah Kalimantan Timur.
Dalam beberapa tahun terakhir, Eni mencatat sejumlah keberhasilan eksplorasi dan aksi korporasi strategis yang memperkuat posisinya sebagai operator utama di Cekungan Kutai sekaligus pemain kunci di pasar gas Indonesia.
Dengan dimulainya produksi dari Northern Hub dan Gendalo-Gandang, Eni menargetkan produksi hingga 2 miliar kaki kubik gas per hari (BCFD) dan 90.000 barel kondensat per hari.
(wdh)




























