Beban umum juga turun 5,78% secara tahunan menjadi Rp25,66 miliar kuartal I-2025.
Pada saat yang sama, pendapatan usaha lainnya lompat 75,41% secara tahunan menjadi Rp27,08 miliar.
Jika diperinci lebih lanjut, kenaikan pendapatan lain-lain itu berasal dari pendapatan selisih kurs 91,24% secara tahunan menjadi Rp15,46 miliar dari sebelumnya Rp8,08 miliar.
Pendapatan yang berasal dari potongan harga pembelian lain-lain juga naik 66,13% secara tahunan menjadi Rp10,84 miliar.
Alhasil, laba usaha YUPI naik 4,11% secara tahunan menjadi Rp204,93 miliar. Kenaikan ini juga menjadi faktor pendorong kenaikan laba bersih YUPI 8,43% secara tahunan menjadi Rp167,22 miliar.
YUPI memulai proses IPO pada Maret 2025. YUPI kemudian listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 25 Maret 2025.
(dhf)





























