Logo Bloomberg Technoz

Dalam wawancara terpisah dengan Reuters, Hammack mengatakan para pembuat kebijakan tidak akan mendapat banyak data ekonomi baru sebelum pertemuan berikutnya, bulan depan.

Menggaungkan pernyataan yang disampaikan Gubernur The Fed Jerome Powell awal pekan ini, Gubernur The Fed Cleveland itu mengatakan ada kemungkinan dampak tarif akan berlangsung singkat, tetapi memperingatkan bahwa sulit untuk memprediksi bagaimana konsumen dan pelaku bisnis akan bereaksi.

Kritik Trump

Pidato para pejabat The Fed ini muncul dua hari setelah Federal Open Market Committee (FOMC) dengan suara bulat memutuskan tidak mengubah tingkat suku bunga. Presiden Donald Trump bereaksi terhadap keputusan tersebut dengan sekali lagi mencaci maki Powell di media sosial, menyebutnya "orang bodoh."

Topik umum lain yang muncul dari berbagai pidato para bankir sentral AS: pentingnya menjaga ekspektasi publik terhadap kenaikan harga di masa mendatang.

Deputi Gubernur The Fed Adriana Kugler dan Lisa Cook, serta Hammack dan Gubernur The Fed New York John Williams, juga menekankan pentingnya tugas tersebut. Williams memberikan penekanan khusus pada topik tersebut, menyebut ekspektasi inflasi yang tertanam kuat sebagai "landasan bank sentral modern."

Gubernur The Fed St Louis, Alberto Musalem, dalam sambutan untuk acara di Stanford, mengatakan penurunan suku bunga mungkin dilakukan jika dampak tarif terhadap inflasi bersifat jangka pendek, ekspektasi inflasi tetap terkendali, dan aktivitas ekonomi melambat secara signifikan.

"Jika tidak, saya akan fokus pada jalur kebijakan untuk memastikan penyesuaian harga terkait tarif tidak berubah menjadi inflasi yang terus-menerus meningkat, dan ekspektasi inflasi tetap terkendali dengan baik," kata Musalem.

Negosiasi Dagang 'Berhasil'

Musalem juga memaparkan skenario yang lebih optimis, yaitu "perundingan dagang yang berhasil" mengarah pada dimulainya kembali arus perdagangan global.

"Jika skenario ini segera terjadi, ekonomi AS bisa tetap berada di jalur yang tepat—di mana pasar tenaga kerja tangguh dan konvergensi inflasi berkelanjutan sesuai target," ungkapnya.

Saat berpidato pada Jumat di acara Stanford, Lisa Cook bilang ia memperkirakan kebijakan dagang pemerintahan Trump dan ketidakpastian terkait akan menghambat peningkatan produktivitas dalam jangka pendek. Hal itu, imbuhnya, akan mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga kebijakannya lebih lama.

Cook mengatakan penurunan potensi pertumbuhan ekonomi terkait dengan produktivitas yang lebih rendah akan membawa tekanan inflasi yang lebih besar.

"Oleh karena itu, dengan asumsi yang sama, produktivitas yang lebih rendah bisa membuat saya mendukung untuk mempertahankan suku bunga pada tingkat yang lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama," ujarnya.

Tarif Versus AI

Cook mengatakan ketidakpastian kebijakan perdagangan—karena perusahaan tidak mengetahui tingkat akhir atau durasi tarif—akan membebani produktivitas dengan mengurangi investasi bisnis.

Deputi Gubernur Federal Reserve (The Fed) Lisa Cook. (Bloomberg)

"Pengurangan pembentukan modal ini bisa menyebabkan inovasi dan adopsi teknologi lebih lambat, dan penurunan efisiensi secara keseluruhan dalam proses produksi," ucap Cook.

Dia mengatakan produktivitas juga akan terganggu jika kebijakan perdagangan proteksionis menopang perusahaan-perusahaan yang kurang efisien, atau jika perubahan tersebut menimbulkan gangguan pada rantai pasokan.

Pada saat yang sama, Cook mengatakan kecerdasan buatan bisa meningkatkan produktivitas AS pada tahun-tahun mendatang, yang berpotensi melawan dampak negatif dari kebijakan perdagangan.

"Saya melihat AI siap untuk setidaknya sama transformatifnya dengan teknologi serbaguna lainnya, seperti mesin cetak, mesin uap, dan internet," ujarnya. "Dengan adopsi AI yang lebih luas, kita bisa mengalami lonjakan potensi produksi."

(bbn)

No more pages