Logo Bloomberg Technoz

Adapun, produksi emas dari tambang perusahan tercatat mencapai 230 kg atau 7.395 troy ons, tumbuh sebesar 39% dari periode yang sama tahun lalu sebesar 166 kg atau 5.337 troy ons. 

Produksi segmen nikel dan bauksit juga menunjukkan pertumbuhan yang impresif. Total penjualan nikel (feronikel dan bijih nikel) melonjak 581% menjadi Rp3,77 triliun. Produksi feronikel tercatat sebesar 4.498 ton nikel dalam feronikel (TNi), sementara volume penjualan mencapai 4.839 TNi.

Produksi bijih nikel naik drastis sebesar 221% menjadi 4,63 juta wet metric ton (wmt), sejalan dengan pertumbuhan penjualan bijih nikel sebesar 281% menjadi 3,83 juta wmt.

Sementara itu, komoditas bauksit dan alumina mencatatkan penjualan sebesar Rp708,75 miliar atau naik 102% dibandingkan dengan kuartal I-2024. Produksi bijih bauksit meningkat 328% menjadi 653.781 wmt, dan penjualan alumina mencapai 44.048 ton, tumbuh 4% secara tahunan.

Di sisi lain, Antam mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,32 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp210,59 miliar.

Kinerja ini turut tercermin dalam peningkatan EBITDA sebesar 518% menjadi Rp3,26 triliun, naik signifikan dari Rp527,61 miliar pada kuartal pertama 2024.

Antam juga membukukan kenaikan laba kotor sebesar Rp3,64 triliun, serta laba usaha menjadi Rp2,69 triliun, dari sebelumnya mencatatkan rugi Rp491,19 miliar.

Adapun, laba bersih per saham dasar (EPS) ikut melonjak 794% menjadi Rp88,69, disertai peningkatan total aset sebesar 17% menjadi Rp48,30 triliun, dan kenaikan ekuitas sebesar 10% menjadi Rp34,62 triliun.

Direktur Utama Antam Nicolas D. Kanter menambahkan, sepanjang 2025 Antam akan melanjutkan komitmen pada hilirisasi dan penguatan bisnis strategis.

Untuk memperkuat segmen emas, Antam telah menandatangani kerja sama pengembangan fasilitas logam mulia di JIIPE, Gresik.

Di sektor nikel, kata dia, Antam fokus pada pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia. Sementara pada komoditas bauksit, Antam tengah menyelesaikan Proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah bersama PT Inalum.

"Melalui strategi hilirisasi dan inovasi digital, kami berkomitmen menciptakan nilai tambah berkelanjutan, memperkuat kontribusi terhadap perekonomian nasional, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia,” tutur Nico.

(mfd/wdh)

No more pages