Logo Bloomberg Technoz

Ringgit memimpin pelemahan dengan tergerus hingga 0,96%, baht 0,94%, won 0,53%, rupiah 0,30%, peso 0,18%, dolar Taiwan 0,11%, yuan offshore 0,08%, dolar Singapura 0,06% bersama yuan Tiongkok.

Hanya yen Jepang dan dolar Hong Kong yang masih menguat menghadapi dolar AS, masing-masing 0,08% dan 0,01%.

Indeks dolar AS yang ditutup menguat lebih dari 1% dini hari tadi di New York, pagi ini masih melanjutkan penguatan di kisaran 100,71.

Pelemahan rupiah pagi ini berlangsung ketika indeks saham dibuka hijau dan melanjutkan penguatan dengan kenaikan 0,6% di level 6.866 setelah kemarin ditutup di zona merah.

Adapun di pasar surat utang negara pagi ini, rata-rata tenor pendek mencatat kenaikan tingkat imbal hasil. Yield 2Y naik 1,3 bps pagi ini di 6,386%. Sedangkan tenor 5Y naik 0,5 bps jadi 6,583%. Adapun tenor 10Y bergerak sedikit yield-nya naik 0,3 bps di level 6,863%.

Indeks dolar AS menguat 1,03% pada penutupan bursa New York dini hari tadi pasca data klaim pengangguran AS menunjukkan kondisi pasar kerja negeri itu cukup tangguh hingga menurunkan ekspektasi akan pemangkasan bunga acuan Federal Reserve, bank sentral AS ke depan.

Dari dalam negeri, tekanan jual investor asing di saham juga masih besar ketika animo di pasar surat utang negara juga melemah.

Hal tersebut bisa makin menekan rupiah yang kemarin bergeming meski data cadangan devisa pada April dilaporkan anjlok dengan penurunan terbesar sejak Mei 2023.

Di pasar saham, asing memperpanjang posisi net sell untuk tiga hari beruntun dengan membukukan penjualan Rp841,6 miliar pada perdagangan kemarin.

Sementara di pasar obligasi pemerintah, arus masuk modal asing terlihat melemah.

Hal itu terindikasi dari rata-rata pergerakan 5 hari terakhir yang sebesar US$ 6,33 juta, turun di bawah rata-rata 20 hari yang mencapai US$ 11,8 juta, seperti dikompilasi Bloomberg dari data Kementerian Keuangan.

Bank Indonesia akan merilis laporan Survei Konsumen untuk bulan April pada hari ini yang akan memberikan gambaran apakah ada perbaikan kepercayaan para konsumen di Tanah Air, di tengah berbagai indikator yang mempertegas kondisi pelemahan ekonomi.

Hari ini, Bank Indonesia juga akan menggelar lelang rutin Sekuritas Rupiah (SRBI). Dalam tiga lelang beruntun, tingkat bunga SRBI dipangkas oleh Bank Indonesia memberi isyarat adanya peluang penurunan BI rate di tengah upaya BI mengurangi nilai outstanding instrumen tersebut di pasar, untuk mendorong perbaikan likuiditas.

Pada siang nanti, Otoritas Jasa Keuangan dijadwalkan akan menggelar konferensi pers mengumumkan hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) edisi Apri, yang bakal membeberkan perkembangan sektor jasa keuangan terkini serta kebijakan OJK.

(rui)

No more pages