"Kami memiliki cukup kekuatan dan sarana untuk membawa yang dimulai pada tahun 2022 ke simpulan logis dengan hasil yang dibutuhkan Rusia," sebutnya, melansir CNN, Senin (5/5/2025).
Trump telah memberi isyarat selama berminggu-minggu bahwa ia frustrasi dengan kegagalan Moskow dan Kyiv untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang, meski Kremlin mengatakan konflik ini sangat rumit, sehingga kemajuan pesat yang diinginkan Washington sulit terwujud.
Mantan Presiden AS Joe Biden, para pemimpin Eropa Barat, dan Ukraina menilai invasi itu sebagai perampasan tanah ala kekaisaran dan berulang kali bersikeras akan mengalahkan pasukan Rusia, yang menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina.
Putin menggambarkan perang ini sebagai momen penting dalam hubungan Moskow dengan Barat, yang menurutnya telah mempermalukan Rusia setelah Tembok Berlin runtuh pada tahun 1989 dengan memperbesar NATO dan melanggar lingkup pengaruh Moskow.
Trump sudah memperingatkan bahwa konflik ini bisa berkembang menjadi Perang Dunia III. Mantan Direktur CIA William Burns mengatakan ada risiko nyata pada akhir 2022 bahwa Rusia akan menggunakan senjata nuklir terhadap Ukraina, yang langsung dibantah oleh Moskow.
Kuasa Putin
Putin, mantan letnan kolonel KGB yang diangkat menjadi presiden pada hari terakhir tahun 1999 oleh Boris Yeltsin yang sedang sakit, merupakan pemimpin Kremlin yang paling lama berkuasa sejak Josef Stalin, yang memerintah selama 29 tahun hingga meninggal pada tahun 1953.
Para pembangkang Rusia–sebagian besar kini di penjara atau di luar negeri–menilai Putin sebagai seorang diktator yang telah membangun sistem pemerintahan pribadi yang rapuh dan bergantung pada penjilat dan korupsi, yang menjerumuskan Rusia menuju kemunduran dan kekacauan.
Para pendukungnya menganggap Putin, yang menurut jajak pendapat Rusia memiliki tingkat persetujuan di atas 85%, sebagai penyelamat yang melawan Barat yang arogan dan mengakhiri kekacauan yang menyertai disintegrasi Uni Soviet pada 1991.
Dalam film televisi pemerintah yang dikoreografi dengan cermat, yang menyajikan pandangan langka di balik kehidupan Presiden Rusia yang terkenal tertutup, Putin terlihat menawarkan coklat dan minuman susu fermentasi Rusia kepada Pavel Zarubin, seorang koresponden utama Kremlin, di dapur pribadinya di Kremlin.
Putin mengatakan ia pertama kali berlutut untuk berdoa selama krisis teater Nord-Ost Moskow pada 2002, ketika para militan Chechnya menyandera lebih dari 900 orang. Lebih dari 130 sandera tewas.
"Saya tidak merasa seperti politikus," kata Putin tentang 25 tahun kekuasaannya sebagai presiden dan perdana menteri.
"Saya terus menghirup udara yang sama dengan jutaan warga Rusia. Ini sangat penting. Semoga hal ini terus berlanjut selama mungkin. Dan semoga tidak hilang."
(ros)































