Logo Bloomberg Technoz

“Ya, kami sangat serius dengan pesawat ini dan proyek ini benar-benar menuju ke tahap pembangunan.”

Pesawat JetZero. (Sumber: JetZero)

Tiga tahun ke depan akan menjadi masa krusial bagi JetZero. Perusahaan ini tinggal beberapa minggu lagi dari mengumumkan lokasi pabrik utamanya seluas 1.000 hektare — sebanding dengan kompleks Boeing di utara Seattle atau sekitar empat lapangan golf, kata Tom O’Leary, veteran Tesla yang kini menjabat sebagai CEO perusahaan rintisan tersebut. 

Ia juga tengah menjajaki kemitraan industri dan sumber pendanaan, dengan harapan mendapatkan dorongan seiring semakin dekatnya konsep pesawat ini menuju kenyataan.

O’Leary menggambarkan visinya untuk tahun 2028: memiliki pesawat yang sudah mengudara dan pabrik yang mulai berdiri di darat. “Ini adalah hal-hal yang akan terjadi,” ujarnya dalam sebuah wawancara.

JetZero telah mendapatkan komitmen awal dari Delta Air Lines Inc, United Airlines Holdings Inc., serta hibah senilai US$235 juta dari Angkatan Udara AS untuk mengembangkan konsep yang ditujukan menggantikan desain pesawat tabung-dan-sayap tradisional yang telah mendominasi dunia penerbangan selama beberapa dekade. 

Tujuannya adalah mempercepat pengembangan di tengah kondisi di mana Boeing dan Airbus masih disibukkan dengan tumpukan pesanan rekor dan belum berencana meluncurkan desain baru hingga pertengahan atau akhir 2030-an.

Namun, mewujudkan desain radikal ini ke pasar adalah tantangan besar, mengingat kebutuhan dana miliaran dolar untuk membangun fasilitas produksi dan rantai pasokan, serta potensi penundaan sertifikasi dari Federal Aviation Administration — yang bahkan dihadapi oleh keluarga pesawat mapan seperti milik Boeing dan Gulfstream.

Dunia penerbangan dipenuhi oleh perusahaan-perusahaan yang pernah mencoba menantang duopoli produsen pesawat, dengan upaya terbaru dilakukan oleh Bombardier Inc. melalui pesawat C-Series. Upaya tersebut nyaris membuat produsen asal Kanada itu bangkrut, hingga akhirnya mereka melepaskan saham pengendali kepada Airbus SE hanya dengan harga simbolis sebesar US$1.

JetZero telah merekrut tim insinyur dan penasihat yang sebelumnya membantu Bombardier membawa jet tersebut melewati proses sertifikasi. Namun, perusahaan ini tetap mengalami kendala, termasuk kehilangan model jet berskala 12,5% dari ukuran akhir akibat kebakaran baterai setelah uji coba awal, menurut para eksekutif.

Tim JetZero, menggunakan konsep yang diasah selama masa kerja mereka di Boeing dan McDonnell Douglas, tengah merancang pesawat yang akan menampung sekitar 250 penumpang di dalam kabin berbentuk segitiga yang lebih lebar dari pesawat konvensional dan memiliki badan pesawat lebih pendek yang turut menyumbang daya angkat serta efisiensi bahan bakar. 

Ekor pesawat dihilangkan, digantikan dengan dua mesin yang dipasang di bagian belakang untuk memberikan tenaga sekaligus stabilitas.

“Kami tidak mengatakan ini akan berjalan mulus, tapi kami memiliki orang-orang yang pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya,” ujar Bethany David, mantan eksekutif Gulfstream yang kini menjabat sebagai kepala sistem dan sertifikasi di JetZero.

(bbn)

No more pages