Logo Bloomberg Technoz

Berdasarkan data Bloomberg, penguatan IHSG merupakan efek langsung dari kenaikan sejumlah saham potensial terutama saham TPIA, saham Chandra Asri Pacific (TPIA) hingga saham BREN yang mendukung melesatnya IHSG keseluruhan.

Saham Chandra Asri Pacific (TPIA) berhasil menguat 775 poin atau mencatat kenaikan 9,84% ke level Rp8.650/saham usai sebanyak 34,8 juta saham ditransaksikan. Adapun nilai transaksi saham UNVR hari ini mencapai Rp290,5 miliar.

Yang juga sama potensialnya, saham BREN mencatatkan kenaikan 75 poin dengan menguat 1,24% ke posisi Rp6.100/saham. Nilai transaksi jual–beli saham BREN mencapai 11 juta saham dengan nilai Rp69 miliar.

Adapun saham-saham barang baku lain juga mendukung IHSG i.a., saham PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) melesat setinggi 22,9%, dan juga saham PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) yang sama menguat 16,3%.

Senada, saham PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) melesat 11,4%, saham PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) melejit 9,93%. Serta, saham PT Pam Mineral Tbk (NICL) menguat 7,69%.

Saham-saham LQ45 juga melaju kencang antara lain, saham PT Indosat Tbk (ISAT) melesat 8%, dan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terbang 5,53%.

Saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Corp Tbk (INKP) terapresiasi 4,37%, dan saham PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) mencatat kenaikan 3,26%.

Tren positif juga terjadi pada saham LQ45 berikut, saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) menguat 2,63%, saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) dengan kenaikan 2,43%. Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) terapresiasi 2,33%.

Adapun sentimen yang membuat melesatnya saham TPIA datang dari antusiasme investor menyambut IPO saham Chandra Daya Investasi (CDIA) yang merupakan Anak Usaha TPIA.

Penutupan Saham TPIA pada Jumat 2 Mei 2025 (Sumber: Bloomberg)

Mengutip catatan yang diterima, melalui IPO ini, CDIA berpotensi mengincar dana segar mencapai Rp2,37 triliun. Dengan menawarkan sebanyak 12,48 miliar saham dan nilai nominal Rp10/saham.

Berdasarkan informasi di pasar, saham CDIA akan melangsungkan harga IPO di kisaran harga Rp190/saham. Perhitungan ini didasarkan pada rencana dana segar yang diincar Rp2,37 triliun, dibagi dengan total jumlah saham yang akan diterbitkan sebanyak-banyaknya 12,48 miliar saham.

Seperti yang diwartakan sebelumnya, Entitas Usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Chandra Daya Investasi (CDI), tengah memperkuat struktur bisnisnya melalui pengambilalihan saham dua Perusahaan sekaligus.

Kemudian daripada itu, manuver CDI sejalan dengan rencana TPIA untuk memperluas portofolio usaha di luar bisnis petrokimia. 

Untuk memperkuat diversifikasi tersebut, CDI juga akan digiring untuk IPO yang mana langkah ini juga menjadi rencana ekspansi jangka menengah TPIA.

Baru-baru ini, TPIA juga beri suntikan modal senilai total US$90 juta untuk CDI.

Penyertaan modal ini dilakukan bersama mitra strategis, EGCO Group, yang menggelontorkan dana US$95 juta melalui anak usahanya, EGCO Engineering and Services Company Limited.

Sehingga, total suntikan modal yang diterima Chandra Daya Investasi mencapai US$185 juta atau Rp3,13 triliun.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan usaha Chandra Daya Investasi di segmentasi bisnis infrastruktur, terlebih lagi di energi dan utilitas.

(fad/ain)

No more pages