Logo Bloomberg Technoz

Tips sehat: Berhenti merokok adalah langkah paling bijak yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker. Mulailah dengan konsultasi ke dokter atau ikut program berhenti merokok.

2. Menggunakan Deterjen Berbahan Kimia Berbahaya Dapat Tingkatkan Risiko Kanker Hati

Siapa sangka, kebiasaan mencuci pakaian bisa menjadi pemicu kanker jika tidak memperhatikan kandungan deterjen yang digunakan. Beberapa produk deterjen mengandung 1,4-dioksan, zat kimia yang terbukti dapat menyebabkan kanker pada hewan percobaan.

Berdasarkan laporan Report on Carcinogens, paparan jangka panjang terhadap 1,4-dioksan dapat meningkatkan risiko kanker hati. Sayangnya, zat ini masih banyak ditemukan dalam deterjen komersial.

Tips sehat: Pilih deterjen yang bebas dari zat kimia berbahaya dan utamakan produk ramah lingkungan atau organik yang mencantumkan komposisi secara transparan.

3. Konsumsi Alkohol secara Rutin Tingkatkan Risiko Kanker Hati dan Payudara

Ilustrasi Minuman Alkohol (Envato/LightFieldStudios)

Minuman beralkohol mengandung etanol, yang ketika masuk ke dalam tubuh akan dimetabolisme menjadi asetaldehida, senyawa toksik yang dapat merusak DNA dan memicu mutasi sel kanker. Menurut penelitian dari Yale School of Public Health, konsumsi alkohol secara berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker hati, payudara, dan mulut.

Alkohol telah diklasifikasikan sebagai karsinogen oleh International Agency for Research on Cancer (IARC), bahkan pada tingkat konsumsi sedang sekalipun.

Tips sehat: Kurangi atau hentikan konsumsi alkohol dan perbanyak minum air putih, jus buah segar, atau minuman herbal yang menyehatkan tubuh.

4. Mengonsumsi Daging Olahan: Risiko Kanker Kolorektal Mengintai

Makanan olahan daging (Dok. Envato)

Daging olahan seperti sosis, ham, bacon, salami, dan hot dog mengandung zat pengawet dan bahan kimia yang bersifat karsinogen. Proses pengasapan, penggaraman, dan pengawetan pada daging ini meningkatkan kandungan nitrit dan nitrosamin yang berkaitan erat dengan kanker, terutama kanker kolorektal.

Sebuah studi observasional menunjukkan bahwa konsumsi daging olahan dalam jumlah besar meningkatkan risiko kanker kolorektal hingga 50% dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.

Tips sehat: Kurangi konsumsi daging olahan dan ganti dengan sumber protein sehat seperti ikan, tahu, tempe, atau kacang-kacangan.

5. Memasak Makanan pada Suhu Tinggi Dapat Menghasilkan Senyawa Pemicu Kanker

Memasak makanan dengan suhu tinggi seperti menggoreng, memanggang, atau membakar dapat menghasilkan senyawa berbahaya seperti amina heterosiklik (HA) dan produk akhir glikasi lanjut (AGEs). Kedua senyawa ini berperan dalam pembentukan sel kanker dan inflamasi kronis dalam tubuh.

Makanan tinggi protein dan lemak seperti daging merah, keju, telur, dan makanan cepat saji lebih rentan menghasilkan senyawa tersebut saat dimasak dengan suhu tinggi.

Tips sehat: Pilih metode memasak yang lebih aman seperti merebus, mengukus, atau menggunakan air fryer dengan pengaturan suhu rendah.

Makanan olahan daging (Dok. Envato)

Meskipun terlihat biasa, kebiasaan sehari-hari bisa menjadi pemicu utama munculnya kanker jika tidak diwaspadai. Mulai dari merokok, penggunaan deterjen berbahaya, konsumsi alkohol dan daging olahan, hingga cara memasak yang salah—semuanya bisa memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.

Kabar baiknya, semua kebiasaan ini bisa diubah. Dengan mengenali dan memperbaiki pola hidup, Anda dapat mengurangi risiko kanker secara signifikan. Mulailah dari langkah kecil seperti membaca label produk, memilih makanan sehat, dan menjauhi zat karsinogenik.

Hidup sehat adalah pilihan, bukan kebetulan. Lindungi diri dan keluarga dengan gaya hidup yang lebih bijak dan sadar kesehatan.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan ke orang terdekatmu, ya. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati!

(seo)

No more pages