Logo Bloomberg Technoz

Jagung Kembali Jadi Biang Kerok Anomali Harga Ayam

Rezha Hadyan
23 May 2023 14:40

Seorang petani biji-bijian jagung di sebuah pertanian di Sedziejowo, Polandia. (Bartek Sadowski/Bloomberg)
Seorang petani biji-bijian jagung di sebuah pertanian di Sedziejowo, Polandia. (Bartek Sadowski/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Naiknya harga daging dan telur ayam belakangan ini kian menambah beban konsumen. Ketersediaan bahan pakan dengan harga terjangkau serta perbaikan logistik dan rantai pasok pangan perlu menjadi bagian dari solusi atas fenomena tersebut.

Kenaikan harga daging dan telur ayam disinyalir terjadi akibat lonjakan harga jagung yang dijadikan pakan unggas tersebut. Berdasarkan Data Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan, terjadi kenaikan harga jagung yang signifikan di tingkat petani sejak awal 2023.

Antara Januari sampai dengan Februari 2023, harga jagung pakan di tingkat petani meningkat sebesar 45,57% dari Rp4.049/kg menjadi Rp5.894/kg. Adapun, untuk harga daging ayam berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional berada pada Rp 33.919, naik 2,10% dibandingkan Maret 2023.

Menyitir data Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), rerata nasional harga telur ayam ras per hari ini, Selasa (23/5/2023), juga menembus Rp30.660/kg. Harga tersebut bahkan sudah menjauhi harga tertinggi tahun lalu yang tercatat mencapai Rp29.650/kg untuk rerata nasional.

Pekerja memanen telur di salah satu peternakan ayam petelur di Gunung Sindur, Jawa Barat, Senin (22/5/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)


Bagaimanapun, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyebut kenaikan harga daging ayam belum tentu diakibatkan oleh kenaikan harga jagung.