Logo Bloomberg Technoz

"Saya pikir cukup mudah untuk memahami [gagasan bahwa] sudah ada 1 hingga 2 miliar orang yang memakai kacamata setiap hari. Sama seperti semua orang yang beralih ke smartphone, saya pikir semua orang yang berkacamata akan segera beralih ke kacamata pintar dalam dekade berikutnya," Mark Zuckerberg mengutip dari Forbes, Rabu (23/4/2025). 

"Dan kemudian saya pikir itu akan mulai menjadi sangat berharga, dan banyak orang lain yang tidak memakai kacamata saat ini akan berakhir memakainya juga."

Visi ini bukan sekadar angan-angan. Melalui proyek Orion yang diumumkan di acara Meta Connect 2024, Meta memperkenalkan kacamata pintar paling canggih yang pernah mereka buat.

Perangkat ini menampilkan tampilan holografik langsung di dunia nyata, memungkinkan pengguna mengirim pesan, menelepon, atau bernavigasi tanpa perlu menyentuh ponsel. Dilengkapi pelacakan mata, perintah suara, dan kontrol gerakan tangan, Orion dirancang bukan hanya sebagai pelengkap, melainkan pengganti ponsel pintar.

Selain Orion, Meta juga bekerja sama dengan Ray-Ban menghadirkan kacamata pintar yang lebih ringan dan modis untuk penggunaan sehari-hari. Versi terbaru ini telah diperkuat dengan AI dan fitur-fitur praktis seperti kamera, speaker, dan kontrol suara yang dibungkus dalam bingkai bergaya khas Ray-Ban.

Walau tidak secanggih Orion, kacamata ini menjadi jembatan menuju adopsi massal perangkat AR yang nyaman dipakai dan mudah digunakan. Mark Zuckerberg dan Meta menempatkan AI sebagai inti dari pengalaman baru ini. Kacamata pintar bukan hanya tampilan tambahan—mereka adalah asisten pribadi yang selalu aktif. 

Misalnya, alih-alih mengetuk layar, Anda bisa berbicara. Alih-alih mencari restoran, Anda cukup melihatnya dan ulasan akan muncul. Bahkan saat Anda menyapa seseorang di sebuah konferensi, kacamata bisa mengenali wajahnya dan memberi tahu siapa dia serta kapan terakhir kali Anda bertemu.

Namun, revolusi ini masih menghadapi banyak tantangan: mulai dari masa pakai baterai, keamanan data pribadi, hingga kenyamanan pengguna. Banyak yang belum siap dengan ide kamera selalu aktif dan AI yang terus-menerus merekam lingkungan sekitar.

Dan seperti yang pernah terjadi dengan teknologi lama, transisi tidak akan terjadi dalam semalam. Telepon rumah tetap eksis meski ponsel telah merajai, dan desktop masih dipilih sebagian pengguna meski laptop lebih praktis. Ponsel mungkin tidak hilang sepenuhnya, tapi perlahan akan tergeser ke latar belakang.

Ai Pin Calon Pengganti HP Ponsel di Masa Depan

Laser yang muncul di telapak tangan dari perangkat AI Pin, calon pengganti smartphone. (Dok: perusahaan)

Ai Pin, sebuah perangkat yang sempat menarik perhatian publik dua tahun lalu. Dikembangkan oleh mantan tim desain dan teknik Apple Inc, Imran Chaudhri dan Bethany Bongiorno, di bawah perusahaan rintisan (startup) Humane Inc.

Pengguna yang tertarik bisa menebus dengan harga US$699 dengan biaya langganan US$24/bulan. Salah satu layanannya adalah panggilan telepon unlimited. Humane bermitra dengan T-Mobile untuk telepon dan Microsoft Corp dan OpenAI dari sisi teknologi AI.

Ai Pin digadang-gadang akan menjadi pengganti smartphone. Paket langganannya dilengkapi dengan nomor teleponnya sendiri, dan tidak perlu dipasangkan dengan telepon.

Perangkat ini tidak memiliki layar. Pengguna kemudian akan berinteraksi dengan suara, touchpad, gestur atau dengan memegangnya. Ai Pin dilengkapi dengan proyektor laser yang dapat memancarkan teks ke tangan pengguna.

(wep)

No more pages