Logo Bloomberg Technoz

Tarif Trump Bisa Pukul Ekspor RI, Konsumsi Harus Dipacu Lagi

Ruisa Khoiriyah
23 April 2025 07:00

Ilustrasi ekspor impor. (Bloomberg)
Ilustrasi ekspor impor. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Genderang perang dagang yang ditabuh oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan aksi balas membalas dari negara yang jadi sasaran, terutama Tiongkok, akan menjatuhkan perekonomian dunia dalam kelesuan. 

Perekonomian Indonesia, juga negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN-5) yaitu Malaysia, Thailand, Filipina dan Singapura, diperkirakan akan tergerus makin lesu dengan efek pengenaan tarif akan dirasakan sampai tahun 2028 nanti, menurut analisis terbaru Bloomberg Economics yang dilansir pada Selasa kemarin. 

Bagi Indonesia yang lebih banyak mengandalkan konsumsi domestik sebagai motor pertumbuhan, dampak perang dagang bisa diimbangi dengan membangkitkan lagi kelesuan belanja masyarakat. Termasuk melalui pelonggaran moneter oleh Bank Indonesia, di tengah posisi cadangan devisa yang besar dan surplus dagang yang makin melimpah.


Kajian Bloomberg Economics memperkirakan, pertumbuhan ekonomi ASEAN-5 yang terkena tarif resiprokal lebih besar ketimbang negara-negara di kawasan lain, akan menyeret perekonomian kawasan ini melemah hingga tahun 2028.

"Tarif AS akan menekan pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara hingga tahun 2028. Pertanyaannya adalah, seberapa besar kerusakan yang akan ditimbulkan mengingat masih ada ketidakpastian yang signifikan soal tarif tersebut," kata Ekonom Bloomberg Economics Tamara Mast Henderson.