Presiden Prancis Emmanuel Macron sendiri dikenal memiliki perbedaan pandangan dengan Trump dalam berbagai isu, mulai dari Ukraina, perdagangan, hingga tawaran perlindungan bagi ilmuwan AS yang kehilangan pendanaan riset akibat kebijakan federal. Namun, komentar Lombard tergolong cukup langsung dan tajam terhadap urusan dalam negeri AS.
Soal tarif, Lombard menyebut bahwa tarif impor 10% yang diberlakukan Trump terhadap produk dari Uni Eropa tidak mencerminkan semangat kerja sama. “Tujuan Eropa adalah membangun zona perdagangan bebas dengan AS,” tegasnya.
Tarif 10% tersebut, lanjutnya, “adalah kenaikan besar yang tidak berkelanjutan bagi perekonomian AS dan menimbulkan risiko serius bagi perdagangan global.”
Lombard juga menyerukan agar para CEO Eropa menunjukkan “patriotisme ekonomi” dan bekerja sama dengan pemerintah masing-masing agar kawasan tersebut tidak tertinggal.
Sebelumnya, miliarder Prancis Bernard Arnault — pemilik grup LVMH yang memiliki merek-merek seperti Moët & Chandon, Veuve Clicquot, dan Hennessy — juga mengisyaratkan bahwa para pemimpin UE belum cukup tegas dalam menuntaskan kesepakatan tarif dengan AS.
(bbn)




























