Hyundai Motor Group akan berperan penting melalui penyediaan teknologi modular reforming, pembangunan stasiun pengisian bahan bakar hidrogen, serta pengembangan kendaraan hidrogen di Indonesia.
Dari sisi pemerintah daerah, Sumasna, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, menyampaikan pentingnya kolaborasi ini dalam mengatasi persoalan lingkungan, terutama terkait emisi gas metana dari sampah.
“Melalui kolaborasi Waste-to-Hydrogen bersama Hyundai Motors Group, Pertamina, dan Provinsi Jawa Barat, kami berharap tidak hanya dapat mengatasi permasalahan lingkungan terkait metana, tetapi juga memperoleh manfaat dari potensi yang dimilikinya. Kami sangat berharap inovasi ini dapat diimplementasikan dengan baik di Jawa Barat dan ke depannya menjadi model bagi provinsi, kota, dan kabupaten lain yang juga menghadapi tantangan pengelolaan sampah serupa,” kata Sumasna.
Inisiatif ini juga sejalan dengan Roadmap Hidrogen dan Amonia Nasional (RHAN) yang tengah dikembangkan Indonesia. Proyek W2H diharapkan menjadi tonggak penting dalam mendorong pemanfaatan energi bersih di tanah air.
Dalam implementasinya, tiga subholding Pertamina akan dilibatkan, yakni Pertamina Power Indonesia, PGN, dan Pertamina Patra Niaga, masing-masing bertanggung jawab sesuai lini bisnis mereka.
(tim)






























