Logo Bloomberg Technoz

Berikut daftar negara yang membalas tarif yang ditetapkan Trump.

1. Kanada

Mark Carney. (Sumber: Bloomberg)

Kanada membalas tarif otomotif Trump dengan mengenakan pajak impor hingga 25% untuk kendaraan yang dirakit di AS. Ottawa juga memasang tarif pada barang-barang AS senilai US$20,7 miliar, yang berlaku hingga Trump mencabut tarif 25%.

Tarif pembalasan Kanada diumumkan setelah pemerintahan Trump melanjutkan tarif untuk mobil dan truk buatan luar negeri pekan lalu. Berdasarkan aturan baru Kanada, jumlah tarif untuk kendaraan akan bergantung pada komponennya—suku cadang Meksiko dikecualikan.

Tarif bea masuk Kanada adalah 25% untuk mobil buatan AS jika tidak dibuat dan dikirim berdasarkan aturan Perjanjian AS-Meksiko-Kanada, perjanjian dagang yang ditandatangani Trump pada masa jabatan pertamanya.

2. Uni Eropa

Bendera Uni Eropa./Bloomberg-Simon Wohlfahrt

Uni Eropa juga ikut menyerang balik AS dengan menetapkan tarif pada US$23,2 miliar komoditas AS yang masuk ke Eropa. Ini merupakan balasan atas bea masuk 25% yang diberlakukan Trump terhadap ekspor baja dan aluminium blok tersebut bulan lalu.

Mayoritas dari 27 negara anggota Uni Eropa mendukung hukuman tersebut, beberapa di antaranya akan mulai berlaku pada pertengahan April 2025. Tarif ini akan menyasar negara-negara bagian AS yang sensitif secara politik dan mencakup produk-produk seperti kedelai, berlian, produk pertanian, unggas, dan sepeda motor.

Komisi Eropa, badan eksekutif blok tersebut, mengatakan bahwa tindakan balasan bisa ditangguhkan kapan saja "jika AS menyetujui hasil negosiasi yang adil dan seimbang."

Beberapa tarif Uni Eropa akan mulai berlaku pada 15 April. Sementara daftar lainnya akan diberlakukan pada pertengahan Mei; dan yang ketiga akan dimulai pada 1 Desember 2025. Sebagian besar barang yang ditargetkan akan dikenai tarif 25%, dengan beberapa kategori akan dikenakan tarif 10%.

Bourbon dihapus dari daftar blok tersebut di tengah tekanan dari negara-negara anggota setelah Trump mengancam bea masuk 200% untuk anggur, sampanye, dan minuman beralkohol lainnya dari Prancis dan negara lain.

3. China

Donald Trump dan Xi Jinping./Bloomberg-Qilai Shen

China memutuskan membalas tarif bea masuk yang diberlakukan Trump, dengan mengumumkan akan menaikkan tarif barang AS ke China hingga 84%. Keputusan ini meningkatkan perang dagang antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Menurut pernyataan pemerintah pada Rabu malam, tindakan balasan China ini berlaku efektif pada Kamis (10/4/2025).

Langkah negara yang dipimpin Xi Jinping ini dilakukan setelah tarif resiprokal AS mulai berlaku pada tengah hari Rabu di Beijing, sehingga awalnya tarif kumulatif yang diumumkan tahun ini menjadi 104%.

Namun, sekitar 13 jam setelah tarif resiprokal terhadap 56 negara dan Uni Eropa berlaku, Trump secara mengejutkan mengumumkan mengerek tarif impor China menjadi 125%.

Ekspor China telah menghadapi pungutan menyeluruh yang diberlakukan tahun ini dan pajak hukuman dari masa jabatan pertama Trump dan pemerintahan Joe Biden. China juga menambahkan enam perusahaan ke dalam daftar entitas yang tidak dapat diandalkan, dan 12 entitas AS ke daftar kontrol ekspornya.

Awalnya, Trump membenarkan kenaikan tarif sebesar 34% terhadap China sebagai cara yang adil untuk menyamai hambatan yang diberlakukan Beijing terhadap perusahaan dan barang AS, dan kemudian menaikkan tarif setelah Beijing membalas dengan pungutannya sendiri.

(ros)

No more pages