Logo Bloomberg Technoz

Bursa Saham AS Tertekan, Risiko Gagal Bayar Utang Menguat

News
22 May 2023 08:23

Bursa Amerika Serikat Wall Street (Dok Bloomberg)
Bursa Amerika Serikat Wall Street (Dok Bloomberg)

Brett Miller - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham di Amerika Serikat (AS) dan Asia mengalami tekanan di tengah kurs mata uang yang bergerak stagnan pada awal pekan perdagangan, Senin (22/5/2023). Kembali, risiko gagal bayar uang menjadi bayang-bayang laju pasar.

Dolar AS bergerak pada kisaran 0,2% terhadap sebagian besar mata uang Grup-10. Pencapaian kontrak pada Indeks S&P 200 dan Nasdaq 100 juga turun pada level 0,2%. Hal ini membuat bursa Jepang dan Australia mengalami penurunan tipis, sedangkan pasar Hong Kong naik tipis. 

Negosiasi terkait plafon utang yang dapat berujung pada gagal bayar utang menjadi fokus pelaku pasar dimana negosiasi antara eksekutif dan legislatif AS masih berlangsung. Pertemuan kembali dijadwalkan antara Presiden Joe Biden dengan ketua parlemen Kevin McCarthy pad Senin, menyusul agenda yang sama akhir pekan lalu terjadi dengan hasil pembicaraan yang “produktif”.

Meski demikian tim diplomasi dari Partai Republik tetap ngotot atas batas pengeluaran multiyears. Hal ini mempersempit pembicaraan antara pemerintah dan DPR dan batas waktu sempat pendek, 1 Juni. Jika tidak gagal bayar utang pemerintah AS terjadi dan akan menjadi "bencana" bagi sistem keuangan.