Logo Bloomberg Technoz

Beijing pada Kamis mengatakan telah menahan tiga warga Filipina yang diklaim sebagai agen pemerintah Manila dan melakukan tugas intelijen rahasia di China. Dikatakan bahwa kasus spionase terhadap David Servañez, Albert Endencia, dan Nathalie Plizardo sedang dalam penyelidikan.

Ketegangan terbaru ini berpotensi memperburuk hubungan antara kedua negara yang memang sudah berselisih dalam sengketa wilayah di Laut China Selatan, saat Manila terus menentang klaim luas Beijing atas perairan kaya sumber daya tersebut.

Pihak berwenang Filipina telah menangkap beberapa warga negara China awal tahun ini atas tuduhan spionase, termasuk enam orang bulan lalu yang dicurigai melakukan operasi intelijen dan pengawasan terhadap infrastruktur vital di negara Asia Tenggara tersebut.

Presiden Ferdinand Marcos Jr. sebelumnya mengatakan bahwa ia “sangat terganggu” dengan semakin banyaknya dugaan mata-mata China yang ditangkap di Filipina, yang mendorong para pejabat keamanan untuk memperketat pengawasan.

Dewan Keamanan Nasional Filipina menyatakan bahwa video yang dirilis oleh stasiun penyiaran milik negara China, yang memperlihatkan ketiga warga Filipina menyatakan penyesalan, “tampak seperti telah diskenario, yang sangat menunjukkan bahwa pernyataan tersebut tidak dibuat secara bebas.”

Dewan Keamanan juga mengatakan bahwa mereka sedang bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri dan Kedutaan Besar Filipina di Beijing untuk memastikan bahwa ketiga warga Filipina tersebut mendapatkan bantuan hukum yang sesuai dan diperlakukan sesuai dengan proses hukum yang berlaku.

“Kami mendesak pemerintah China untuk menghormati hak-hak mereka dan memberikan setiap kesempatan bagi mereka untuk membersihkan nama mereka, sebagaimana hak-hak warga negara China dihormati di Filipina,” tambahnya.

(bbn)

No more pages