“Pertamina Patra Niaga Sumbagsel memproyeksikan adanya peningkatan signifikan dalam kebutuhan BBM dan LPG selama masa satgas ini,” ujarnya.
Secara nasional, Kementerian ESDM memproyeksikan ketahanan stok LPG nasional dalam kondisi aman, dengan cakupan LPG rata-rata 11—13 hari.
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi bersama Pertamina menyiagakan 40 Terminal LPG, 731 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) dan 6.517 Agen LPG.
Kondisi stok LPG dipertahankan tetap stabil selama periode Rafi 2025, serta disiapkan Agen dan Pangkalan LPG Siaga 24 jam khusus wilayah dengan permintaan tinggi.
Stok BBM
Tak hanya itu, Kementerian ESDM melaporkan kondisi ketahanan stok BBM jelang Idulfitri juga aman, baik bensin, solar, minyak tanah, maupun avtur; dengan ketahanan stok dijaga pada 19—21 hari.
Selama periode Posko Rafi 2025, BPH Migas dan Pertamina menyiagakan 125 TBBM, lebih dari 7.746 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), dan 70 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), serta menyiagakan fasilitas tambahan di wilayah-wilayah dengan permintaan tinggi.
Selain itu, Kementerian ESDM juga memprediksi adanya peningkatan konsumsi harian BBM selama Idulfitri dibandingkan dengan hari normal.
Adapun, bensin dengan kenaikan konsumsi terbesar a.l. Pertalite 11,7% dan Pertamax 11,2%. Terdapat penurunan konsumsi harian Biosolar sebanyak 16,2% dan kenaikan konsumsi harian avtur sebesar 7,3% dibandingkan dengan konsumsi kondisi normal.
(mfd/wdh)






























