Menurut Airlangga, penurunan IHSG pada hari ini terjadi akibat volatilitas yang terjadi di pasar saham berbagai negara. Ia mengklaim, pasar saham negara lain terlebih dahulu turun pada beberapa pekan ini, sementara Indonesia diduga baru terjadi pada hari ini.
“Kalau dari segi fundamental kuat, kalau penurunan ini kan diberbagai negara saham naik turun biasa. Saat saham-saham yang negara lain minggu-minggu lalu turun cukup dalam, mungkin kemarin kita belum terlau kena, baru berimbas satu dua hari ini,” kata dia.
Pada sesi I perdagangan, IHSG sempat anjlok hingga 6,12%, memicu trading halt untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19. Namun, pada sesi II, indeks mulai memangkas pelemahan dan berada di level 6.148,1 atau turun 5% per pukul 13.35 WIB.
Kebijakan trading halt diatur dalam Surat Perintah Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Nomor S-274/PM.21/2020 tanggal 10 Maret 2020 yang menyatakan apabila terjadi penurunan IHSG yang sangat tajam dalam satu hari, maka BEI harus melakukan tindakan berikut:
- Menghentikan perdagangan saham selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan lebih dari 5%.
- Menghentikan perdagangan saham selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan lebih dari 10%.
- Trading suspend jika IHSG mengalami penurunan lanjutan sampai lebih dari 15%. Proses trading suspend bisa berlangsung hingga akhir sesi perdagangan atau lebih dari satu sesi setelah mendapatkan persetujuan OJK.
(azr/frg)





























