Laporan Kantor Berita China, Xinhua, sebelumnya juga memuat rencana otoritas Tiongkok menyiapkan sejumlah kebijakan untuk menggenjot konsumsi ekonomi terbesar kedua dunia itu.
Namun, rupiah mungkin akan masih terbebani oleh sentimen domestik terutama bila arus jual investor masih berlanjut membesar di pasar saham dan pasar surat utang. Dalam perdagangan kemarin, asing melanjutkan penjualan saham senilai US$ 54,2 juta atau hampir Rp900 miliar. Sedangkan di pasar surat utang, dalam perdagangan terakhir pekan lalu, asing melepas surat utang RI senilai Rp3,83 triliun.
Tekanan jual membesar di pasar domestik karena kekhawatiran akan kelesuan ekonomi yang kian tak terbantahkan. Setelah survei konsumen yang memburuk ditambah kinerja penjualan ritel yang juga lesu, data impor barang konsumsi yang dirilis kemarin juga menuai kekhawatiran terjadi kelesuan konsumsi.
Impor barang konsumsi terindikasi sudah memuncak pada Desember lalu dan setelahnya merosot tajam. Impor barang konsumsi terkontraksi baik secara bulanan maupun hitungan tahunan. Impor barang konsumsi utama rumah tangga seperti daging dan buah-buahan turun.
Meski begitu, secara keseluruhan seharusnya data kinerja dagang Februari masih memberi sentimen positif pada rupiah. Surplus neraca dagang berlanjut meski mengecil dibanding Januari, yaitu menjadi US$ 3,11 miliar.
Capaian itu membawa surplus kuartal 1-2025 menjadi Rp6,61 miliar dan bisa mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Bila surplus dagang pada Maret nanti bisa mencapai US$ 2 miliar atau lebih tinggi maka defisit neraca dagang kuartal 1-2025 (TTM) nilainya akan mengecil menjadi -0,55% dari Produk Domestik Bruto. Rupiah bisa menguat ke level Rp16.100/US$ pada kuartal II-2025 nanti," kata tim analis Mega Capital Sekuritas.
Analisis teknikal
Secara teknikal nilai rupiah berpotensi menguat terbatas menuju resistance terdekat pada level Rp16.380/US$ dan resistance selanjutnya pada level Rp16.350/US$ sebagai level optimis penguatan rupiah dalam tren jangka pendek di time frame daily.
Adapun nilai rupiah sudah dekat level support pada level Rp16.440/US$ di mana ini mengonfirmasi laju pelemahan rupiah sudah mulai tertahan, usai mencermati perdagangan sebelumnya, dan berpotensi rebound.
Apabila tertembus, rupiah ada support selanjutnya pada level Rp16.500/US$ dan Rp16.550/US$.
(rui)


























