Logo Bloomberg Technoz

Risiko Investasi RI Naik, Rupiah Bertahan Kala APBN Tekor

Redaksi
13 March 2025 15:55

Karyawan memperlihatkan uang dolar AS dan rupiah di pusat penukaran uang di Jakarta, Rabu (11/10/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memperlihatkan uang dolar AS dan rupiah di pusat penukaran uang di Jakarta, Rabu (11/10/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah ditutup menguat 0,12% di level Rp16.425/US$ didukung oleh sentimen pasar global yang cenderung positif, bahkan ketika laporan kinerja APBN pada akhir Februari menunjukkan defisit dan penurunan penerimaan negara.

Rupiah spot ditutup menguat bersama mata uang Asia lain, seperti yen yang naik 0,35%, lalu baht 0,27%, rupee 0,20%, baru kemudian rupiah 0,12% dan peso 0,02%.

Sebagian mata uang Asia lain tergerus seperti won 0,20%, ringgit 0,12%, yuan Tiongkok 0,09%, dolar Singapura 0,04%, dolar Hong Kong 0,03%, dolar Taiwan 0,02%.


Penguatan rupiah terjadi ketika indeks dolar AS bergerak cenderung melemah di 103,60. 

Surat utang tertekan

Rupiah tetap menguat ketika tekanan harga surat utang cenderung tertekan di hampir semua tenor terutama tenor panjang.