Logo Bloomberg Technoz

Pertama Kali dalam 25 Tahun Deflasi di Februari, Ini Sinyal Apa?

Dovana Hasiana
03 March 2025 16:20

Emas Perhiasan & Rokok Penyumbang Inflasi Terbesar Sepanjang 2024 (Bloomberg Technoz/Arie Pratama)
Emas Perhiasan & Rokok Penyumbang Inflasi Terbesar Sepanjang 2024 (Bloomberg Technoz/Arie Pratama)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan deflasi 0,09% secara tahun ke tahun (year-on-year/yoy) pada Februari 2025, yang merupakan pertama dalam hampir 25 tahun, bukan karena penurunan daya beli masyarakat.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan komponen inti secara tahunan - yang selalu dikaitkan dengan kondisi daya beli - masih mengalami inflasi 2,48% (yoy) dan memberikan andil inflasi terbesar yakni 1,58%.

Menurutnya, fenomena deflasi selama dua bulan beruntun ini lebih dipengaruhi oleh kebijakan diskon tarif listrik 50% kepada pelanggan hingga 2.200 VA.


"Deflasi ini bukan karena penurunan daya beli. Namun karena pengaruh dari diskon tarif listrik yang memberikan andil deflasi dua bulan berturut-turut karena kebijakan pemerintah melalui diskon tarif listrik 50%," ujar Amalia dalam konferensi pers, Senin (3/3/2025).

Adapun, kebijakan diskon tarif listrik 50% kepada pelanggan hingga 2.200 VA kemudian menyebabkan deflasi pada komponen harga diatur pemerintah 9,02% (yoy) dan memberikan andil inflasi 1,77%.