Dia mengutip perkiraan bahwa PCE inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, kemungkinan naik sekitar 0,25% pada Januari, dan 2,6% dari tahun sebelumnya.
Waller juga bergabung dengan sesama pejabat The Fed lainnya, menyatakan skeptisisme mengenai apakah angka CPI telah disesuaikan dengan faktor musiman.
"Tampaknya ada beberapa pola selama beberapa tahun terakhir mengenai angka inflasi yang lebih tinggi pada awal tahun," kata Waller. "Pola ini menimbulkan pertanyaan apakah data inflasi memiliki 'sisa musiman,' yang berarti para ahli statistik belum sepenuhnya mengoreksi beberapa fluktuasi musiman yang tampak pada beberapa harga."
Biro Statistik Tenaga Kerja berusaha menghilangkan dampak faktor musiman tertentu — seperti pola berulang dalam iklim, produksi atau siklus kenaikan harga — dari data, sehingga perbandingan inflasi month-to-month masuk akal.
Presiden The Fed Philadelphia, Patrick Harker menyuarakan kekhawatiran serupa pada Senin.
"Dalam satu dekade terakhir, inflasi CPI pada Januari mengejutkan dengan kenaikan sebanyak 9 dari 10 kali," ujar Harker. "Dugaan saya ialah penyesuaian musiman sedang kesulitan mengimbangi ekonomi yang berubah cepat, dan kita perlu mengurai tren yang mendasar dari kebisingan month-to-month."
Waller mengatakan ia akan memantau data sebelum memutuskan apakah sisa musiman atau "masalah yang berbeda" harus disalahkan atas peningkatan angka tersebut.
"Apa pun masalahnya, data tidak mendukung penurunan suku bunga kebijakan saat ini," katanya. "Namun, jika 2025 berjalan seperti 2024, pemotongan suku bunga akan tepat pada suatu saat tahun ini."
Kelumpuhan Kebijakan
Deputi Gubernur The Fed ini sebaliknya menilai ekonomi saat ini solid, di mana pasar tenaga kerja berada dalam "titik manis."
Waller mengakui kebijakan pemerintahan baru Trump telah menimbulkan ketidakpastian, tetapi ia memperingatkan agar tidak menunda respons The Fed terhadap data-data ekonomi.
"Kita perlu bertindak berdasarkan data yang masuk, bahkan saat menghadapi ketidakpastian yang besar tentang lanskap ekonomi," katanya. "Menunggu ketidakpastian ekonomi menghilang adalah resep kelumpuhan kebijakan."
Dia juga mengulangi ekspektasinya bahwa tarif yang diberlakukan oleh pemerintah AS akan "hanya sedikit meningkatkan harga dan dengan cara yang tidak terus-menerus."
Waller mengakui dampaknya terhadap harga bisa lebih besar daripada yang dia perkirakan, tetapi menambahkan bahwa "kebijakan-kebijakan lain yang sedang didiskusikan bisa memberi efek suplai yang positif dan menekan inflasi."
(bbn)
































