Logo Bloomberg Technoz

Pada pengujung pekan lalu, indeks dolar AS ditutup di level 106,71, terendah sejak 11 Desember lalu. 

Pelemahan dolar AS memberi ruang pada mata uang lawannya, termasuk rupiah. Di pasar offshore, rupiah NDF bergerak menguat hingga ditutup di level Rp16.204/US$ pada penutupan bursa New York pekan lalu.

Gerak penguatan rupiah NDF di ujung pekan memberi sinyal tren serupa akan berlanjut di pasar spot setelah pekan lalu rupiah ditutup di Rp16.260/US$. Pada perdagangan hari ini, rupiah berpeluang mempersempit selisih dengan kurs di pasar offshore.

Pekan ini, kalender ekonomi juga cukup padat terutama di dalam negeri. Bank Indonesia memulai pertemuan bulanan pada Selasa esok dan mengumumkan keputusan BI Rate pada Rabu.

Sebelumnya, BI akan mengumumkan data Statistik Utang Luar Negeri bulan Desember 2024. Sementara pada hari yang sama, Badan Pusat Statistik akan mengumumkan kinerja perdagangan RI bulan Februari 2024.

Setelah BI Rate diumumkan, BI akan merilis laporan Neraca Pembayaran kuartal IV-2024.

Dari lanskap pasar global, pelaku pasar akan menunggu rilis risalah rapat The Fed, bank sentral AS, bulan Januari yang bisa memberi petunjuk lebih lengkap tentang suasana kebatinan pertemuan The Fed kala memutuskan menahan bunga acuan bulan lalu di level 4,25%-4,50%.

Modal Asing Keluar

Sepanjang pekan lalu, pemodal asing bukan hanya melanjutkan aksi jual di pasar saham, melainkan juga di surat utang dan instrumen moneter Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Di pasar saham, seperti melansir data Bloomberg, modal asing membukukan net outflow di ekuitas Indonesia senilai US$148,1 juta atau sekitar Rp2,40 triliun.

Adapun mengacu data RTI, net foreign sell sepekan terakhir di bursa saham di pasar reguler mencapai Rp2,92 triliun. Sedangkan di pasar negosiasi dan tunai, nilai net sell asing bahkan mencapai Rp10,37 triliun.

Di pasar surat utang, mengacu laporan BI, asing membukukan net sell di Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp2,51 triliun berdasarkan data transaksi 10-13 Februari lalu.

Sementara instrumen SRBI tercatat dilepas asing dengan nilai net sell mencapai Rp4,68 triliun pada periode yang sama. 

Analisis Teknikal

Analisis Teknikal Nilai Rupiah Senin 17 Februari 2025 (Riset Bloomberg Technoz)

Secara teknikal, rupiah berpotensi melanjutkan tren penguatan hari ini. Target resisten ada di kisaran Rp16.240-16.200/US$. Jika tertembus, maka bukan tidak mungkin rupiah menguat hingga ke arah Rp16.180/US$.

Sementara trendline sebelumnya pada time frame daily menjadi support psikologis potensial di Rp16.300/US$. Kemudian, target pelemahan lanjutan ada di Rp16.350/US$.

Mencermati tren perdagangan sepekan ke depan, selama nantinya nilai rupiah bertengger di atas Rp16.200/US$ maka masih ada potensi untuk lanjut menguat hingga Rp16.150/US$..

Sebaliknya apabila terjadi pelemahan di Rp16.350/US$ dalam tren jangka menengah, maka rupiah kemungkinan terus melemah dan menguji support hingga Rp16.400/US$.

(rui/aji)

No more pages