Logo Bloomberg Technoz

Menanggapi kemungkinan kritik bahwa larangan ini dipicu oleh asal-usul DeepSeek sebagai perusahaan China, Burke menegaskan bahwa kebijakan pemerintah bersifat country-agnostic atau tidak memihak negara tertentu. "Pendekatan kami berfokus pada risiko terhadap pemerintah Australia dan aset kami," tambahnya.

Larangan ini tidak berlaku bagi perangkat pribadi warga negara Australia. Namun, Menteri Ketenagakerjaan dan Hubungan Tempat Kerja, Murray Watt, mengisyaratkan bahwa masyarakat sebaiknya mempertimbangkan keputusan pemerintah tersebut dalam penggunaan pribadi mereka.

"Orang-orang mungkin ingin berpikir ulang ketika mempertimbangkan untuk mengunduh aplikasi ini di ponsel pribadi mereka," ujar Watt kepada Channel 7 pada Rabu. "Kami mendorong masyarakat untuk benar-benar memahami pedoman dan aturan privasi online yang diterapkan DeepSeek serta mempertimbangkan apakah mereka ingin mengambil risiko itu."

Australia bukan negara pertama yang mengambil tindakan terhadap DeepSeek. Regulator privasi Italia telah memerintahkan pemblokiran aplikasi ini guna melindungi data konsumen, sementara Komisi Perlindungan Data Irlandia meminta informasi lebih lanjut dari perusahaan tersebut. Ratusan perusahaan swasta juga dilaporkan telah mengambil langkah pencegahan dengan memblokir akses ke layanan DeepSeek, menurut laporan Bloomberg News pekan lalu.

Pemerintah Australia sebelumnya juga menjadi pelopor dalam melarang raksasa teknologi China, Huawei Technologies Co, dari sistem 5G negara itu pada 2018. Keputusan tersebut memicu ketegangan diplomatik dengan Beijing, yang kemudian memberlakukan sanksi dagang terhadap ekspor Australia pada puncak pandemi Covid-19. Namun, hubungan kedua negara mulai membaik sejak terpilihnya pemerintahan Anthony Albanese dari Partai Buruh pada Mei 2022.

(bbn)

No more pages