“Pasar harus secara struktural dan signifikan memperhitungkan kembali risiko perang dagang,” tulis George Saravelos, Kepala Riset Valas Deutsche Bank, dalam sebuah catatan kepada kliennya.
Lanskap ketegangan yang meruyak di hampir semua pasar keuangan di dunia, sentimen risk-off menjalar juga di pasar dalam negeri hari ini.
Risk-off berarti investor dan trader menghindari aset-aset yang lebih berisiko seperti saham, juga mata uang dengan yield tinggi dan risiko lebih tinggi seperti valuta emerging market.
Dalam skenario terburuk—di mana konsumen tidak beralih ke produk buatan dalam negeri dan 100% beban tarif ditanggung oleh mereka—dampak ekonomi bisa mencapai sekitar US$835 per orang atau US$3.242 untuk satu keluarga beranggotakan empat orang, menurut perhitungan ING berdasarkan data perdagangan terbaru.
Dampak ini mungkin tidak terasa secara langsung, tetapi dalam jangka menengah hingga panjang daya beli masyarakat diperkirakan akan tertekan, kata James Knightley, Kepala Ekonom internasional ING, dalam sebuah catatan analis.
Negara-negara itu tak terima dengan perlakuan Trump dan bersiap membalas dengan pengenaan tarif yang sama. China juga berniat membawa masalah perang tarif itu ke World Trade Organization (WTO) yang mengatur perdagangan global.
Terbaru, Trump juga mengancam Uni Eropa dengan penerapan tarif serupa.
Tim Research Phillip Sekuritas memaparkan, Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif baru pada Kanada, Meksiko, dan China.
Kebijakan tersebut mencakup tarif 25% pada impor dari Kanada dan Meksiko, serta 10% pada barang-barang asal China. AS memiliki perdagangan sekitar US$1,6 triliun dengan ketiga negara tersebut.
“Merespon kebijakan tersebut, Kanada mengenakan tarif balasan, sementara Meksiko mengatakan akan mengeksplorasi pungutan terhadap impor dari AS. Pemerintah China, sementara itu, mengatakan akan mengajukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO),” mengutip riset harian Tim Research Phillip Sekuritas.
Sementara itu, Analis BRI Danareksa Sekuritas memaparkan, belum ada perubahan signifikan pada pergerakan IHSG setelah IHSG tertahan resisten MA-60 dan mulai menembus support MA-20 di 7.115.
“Waspadai potensi penurunan lebih dalam jika koreksi turun di bawah support 6.931,” mengutip paparan BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya pada Senin (3/2/2025).
Bersamaan dengan risetnya, BRI Danareksa memberikan rekomendasi saham hari ini, BRIS, GOTO, dan TBIG.
(fad/wep)



























