Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, ancaman kebijakan tarif dagang dari Presiden AS Donald Trump menjadi faktor ketidakpastian lain. Kembalinya Trump ke Gedung Putih telah membatasi ruang pemangkasan suku bunga bagi bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

Presiden ECB Christine Lagarde dijadwalkan menggelar konferensi pers pada pukul 14.45 waktu Frankfurt untuk menjawab pertanyaan seputar keputusan ini.

Ancaman Trump untuk menaikkan tarif barang-barang Eropa tetap menjadi faktor risiko utama bagi perekonomian kawasan euro. Namun, pejabat ECB menekankan bahwa dampak dari kebijakan tersebut lebih berpotensi menekan aktivitas ekonomi dibandingkan memicu lonjakan inflasi.

Sementara itu, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan pada Rabu (29/01/2025) bahwa bank sentral AS tidak terburu-buru menurunkan suku bunga lebih lanjut dan masih menunggu kebijakan ekonomi Trump sebelum mengambil langkah baru.

Saat ini, prospek ekonomi Eropa masih tampak lesu. Meskipun survei bisnis dari S&P Global menunjukkan sedikit perbaikan pada Januari, indeks manajer pembelian komposit (PMI) hanya sedikit berada di atas ambang ekspansi sektor swasta.

Stagnasi ekonomi pada kuartal keempat menjadi pukulan bagi ECB, yang sebelumnya memperkirakan pertumbuhan 0,2%. Pelemahan ini sebagian besar disebabkan oleh Jerman dan Prancis, di mana ketidakstabilan politik turut berkontribusi terhadap penurunan output.

Data ekonomi yang melemah ini semakin memperkuat seruan beberapa pembuat kebijakan untuk menurunkan suku bunga hingga ke level yang tidak lagi menghambat pertumbuhan ekonomi. Sebagian besar analis memperkirakan batas ini berada di kisaran 2% hingga 2,25%, yang berarti masih ada ruang untuk setidaknya dua kali pemangkasan lagi. Namun, semakin mendekati level netral, pemangkasan akan menjadi lebih kontroversial.

Sementara itu, inflasi masih berada dalam rentang yang dapat dikendalikan ECB, meskipun sempat naik menjadi 2,4% pada Desember. Fluktuasi harga energi menjadi penyebab utama ketidakstabilan inflasi dalam beberapa bulan terakhir.

Sektor jasa tetap menjadi perhatian utama karena harga di sektor ini masih mengalami kenaikan yang cukup tinggi. ECB memperkirakan bahwa kenaikan upah yang lebih moderat akan membantu menekan tekanan inflasi di sektor ini dalam waktu dekat.

Namun, para pejabat ECB tetap optimistis. Dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos pekan lalu, Gubernur Bank Sentral Prancis Francois Villeroy de Galhau mengatakan bahwa ia "waspada tetapi tidak khawatir" terhadap inflasi. ECB sendiri memperkirakan inflasi akan mendekati 2% mulai kuartal kedua tahun ini.

(bbn)

No more pages