"Kita perlu membiarkan kebijakan-kebijakan tersebut diartikulasikan sebelum kita bisa mulai membuat penilaian yang masuk akal tentang apa implikasinya terhadap ekonomi."
Kinerja ekonomi AS yang kuat dan stabilitas pasar tenaga kerja juga memberikan ruang bagi Powell dan rekan-rekannya untuk menunda pemangkasan suku bunga lebih lanjut.
"Kita tidak perlu terburu-buru," katanya — ide yang diulanginya empat kali selama 50 menit konferensi pers.
Imbal hasil Treasury naik menyusul keputusan The Fed, sebelum akhirnya turun selama konferensi pers Powell. Indeks S&P 500 dari saham-saham AS ditutup lebih rendah.
Ketegangan Trump
Jeda ini mungkin akan menciptakan ketegangan dengan Trump, yang sering menekan The Fed selama masa jabatan pertamanya untuk menurunkan suku bunga. Minggu lalu, bahkan Trump mengklaim dirinya lebih tahu tentang suku bunga dibandingkan Powell.
Trump kembali mengkritik bank sentral AS setelah pertemuan Rabu berakhir. "Jay Powell dan The Fed gagal menghentikan masalah yang mereka ciptakan dengan inflasi," tulisnya di situs media sosial Truth Social.
Seorang juru bicara Federal Reserve menolak mengomentari unggahan Presiden Trump di Truth Social.
Powell menganggap enteng beberapa hal yang tidak diketahui seputar rencana Trump. Ia mengatakan hal itu akan diselesaikan pada waktunya. "Mungkin ada beberapa ketidakpastian tambahan, tapi hal ini akan segera berlalu," ujar Powell.
"Ini adalah ekonomi yang sangat besar dan kebijakan memengaruhinya pada batas tertentu. Namun, kami akan menunggu dan melihat."
Ketidakpastian Trump bukanlah satu-satunya hal yang disinggung Powell. Gubernur The Fed ini menekankan bahwa ekonomi AS berada di "posisi yang baik" secara keseluruhan.
Ia juga mengatakan para pembuat kebijakan ingin melihat penurunan inflasi lebih lanjut sebelum memangkas suku bunga, menambahkan pelemahan tak terduga di pasar tenaga kerja, juga bisa mendorong langkah tersebut.
Para pejabat The Fed ingin mempertahankan tekanan ke bawah pada ekonomi untuk memastikan inflasi menurun ke target 2%. Namun, pertanyaan utama bagi para pembuat kebijakan saat ini ialah seberapa besar tingkat suku bunga saat ini menahan aktivitas.
Menurut Powell, tingkat suku bunga saat ini masih "jauh" di atas suku bunga netral, di mana The Fed tidak mendorong atau memperlambat ekonomi.
Namun, dia menilai ketidakpastian tentang di mana tepatnya tingkat suku bunga itu memberi para pembuat kebijakan lebih banyak alasan untuk meluangkan waktu mereka dalam menyesuaikan suku bunga di masa depan.
Para pejabat telah berulang kali merevisi estimasi mereka terhadap tingkat suku bunga selama setahun terakhir di tengah aktivitas ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan dan pertumbuhan produktivitas yang kuat.
Powell mengatakan para pejabat berharap melihat perkembangan inflasi lebih lanjut karena pertumbuhan harga sewa dan tempat tinggal menurun, tetapi menekankan, mereka akan menunggu perbaikan itu terwujud.
Data yang diterbitkan awal bulan ini menunjukkan indeks dasar harga konsumen naik, kurang dari yang diharapkan pada Desember, menandai penurunan pertama dalam enam bulan.
Data itu dan data lainnya telah mendorong para ekonom memperkirakan angka yang akan dirilis pada Jumat (31/1/2025) bakal menunjukkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, naik hanya 0,2% bulan lalu.
Data Berantai
Ketika ditanya secara khusus tentang potensi pemangkasan suku bunga pada pertemuan The Fed berikutnya pada Maret, Powell menegaskan kembali, para pembuat kebijakan tidak terburu-buru menurunkan biaya pinjaman. Ia menekankan bahwa The Fed ingin melihat "data berantai" yang menunjukkan perkembangan inflasi lebih lanjut.
Jika digabungkan dengan komentar pejabat lain dalam beberapa minggu terakhir, pernyataan tersebut menunjukkan The Fed dapat mungkin akan tetap menahan suku bunga untuk beberapa waktu.
Menurut kontrak berjangka, para investor memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga dua kali tahun ini, di mana pemangkasan pertama terjadi pada Juni. Para pembuat kebijakan akan memperbarui proyeksi mereka tentang ekonomi dan suku bunga pada pertemuan berikutnya, Maret.
"Gubernur Powell dengan sangat jelas mengindikasikan bahwa fase pertama kalibrasi suku bunga telah selesai," kata Kathy Bostjancic, kepala ekonom di Nationwide. "Mereka tidak terburu-buru beralih ke fase pemangkasan suku bunga berikutnya."
(bbn)

























