Logo Bloomberg Technoz

"Mereka melewatkan pemotongan suku bunga," kata Gregory Daco, kepala ekonom EY. "Namun, mereka ingin mempertahankan sebanyak mungkin pilihan untuk menyesuaikan suku bunga The lebih lanjut sepanjang tahun ini."

Keputusan suku bunga The Fed akan dirilis pada pukul 14.00 siang, Rabu (29/1/2025) waktu Washington, dan Ketua The Fed Jerome Powell akan mengadakan konferensi pers pasca-pertemuan 30 menit kemudian.

Penyesuaian di Masa Depan

Daco menyebut, pengamat The Fed tidak memperkirakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan membuat banyak perubahan pada pernyataan pasca-pertemuan mereka. Kata-kata saat ini yang mengacu pada "tingkat dan waktu penyesuaian tambahan" sudah memberikan fleksibilitas pada para pembuat kebijakan untuk mengubah pendekatan mereka, sesuai kebutuhan, berdasarkan yang terjadi dengan ekonomi AS.

Powell hampir pasti akan didesak wartawan mengenai bagaimana ia dan rekan-rekannya mempertimbangkan kebijakan Trump dan rencana, yang diusulkan, ke dalam prospek mereka terhadap ekonomi AS. Pejabat The Fed tidak akan merilis prakiraan terbaru hingga pertemuan kebijakan mereka pada Maret.

Namun, risalah dari pertemuan Desember menunjukkan "sejumlah" peserta memasukkan asumsi sementara tentang rencana potensial Trump dalam proyeksi ekonomi mereka dan "hampir semua peserta" mengatakan, risiko kenaikan inflasi telah meningkat.

Menurut Daco, para investor juga ingin mendengar lebih banyak petunjuk dari Powell tentang "tingkat netral," atau tingkat di mana The Fed tidak meningkatkan atau melemahkan ekonomi. Para pejabat telah menaikkan estimasi mereka untuk tingkat netral selama setahun terakhir.

Jika banyak pembuat kebijakan percaya bahwa suku bunga mendekati titik tersebut, hal ini menunjukkan tidak hanya laju penurunan yang lebih lambat di masa mendatang, tetapi juga pemotongan total yang lebih sedikit.

Estimasi yang lebih tinggi menunjukkan penurunan suku bunga di masa mendatang yang lebih sedikit dalam siklus ini. (Bloomberg)

Para wartawan mungkin akan meminta kejelasan lebih lanjut dari Powell tentang hal yang perlu dilihat bank sentral sebelum mereka menurunkan suku bunga lagi, dan, sebaliknya, apa yang bisa memaksa mereka mempertimbangkan kenaikan suku bunga.

Setelah laporan tenaga kerja Desember luar biasa, ekonom di Bank of America Corp mengatakan mereka yakin langkah bank sentral berikutnya mungkin adalah kenaikan suku bunga.

Namun, kekhawatiran tersebut mereda setelah indeks utama harga konsumen — yang tidak termasuk makanan dan energi — naik kurang dari yang diharapkan pada Desember, menandai penurunan pertama dalam enam bulan.

Para pembuat kebijakan menyambut baik laporan tersebut, tetapi mengatakan mereka masih memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menurunkan inflasi ke target 2%.

Tekanan Politik

Powell mungkin juga akan diminta untuk menanggapi sindiran terbaru Trump kepada bank sentral.

"Saya pikir saya tahu suku bunga jauh lebih baik daripada mereka, dan saya pikir saya tahu jauh lebih baik daripada orang yang bertanggung jawab untuk mengambil keputusan tersebut," ujar Trump pada 23 Januari, yang jelas menyindir Powell.

Sebelumnya, Powell telah menangkis atau mengabaikan komentar-komentar Trump mengenai kebijakan moneter, tetapi pernyataan tersebut, yang muncul pada pekan pertama Trump kembali ke Gedung Putih, menunjukkan bahwa Gubernur The Fed itu mungkin akan menghadapi tekanan lebih besar daripada sebelumnya dari pemerintahan baru.

"The Fed kemungkinan besar harus berurusan dengan upaya Trump untuk memengaruhi kebijakan moneter, baik melalui penunjukan maupun melalui upaya lain untuk memberikan pengaruh lebih besar pada lembaga tersebut," tulis Michael Feroli, kepala ekonom AS di JPMorgan Chase & Co, dalam catatan emailnya pada Jumat. 

Ia memperkirakan bahwa pertemuan The Fed minggu ini akan menjadi "awal yang membosankan untuk tahun yang penuh gejolak bagi The Fed."

(bbn)

No more pages