Meningkatnya jumlah pengguna baru secara drastis membuat DeepSeek kesulitan untuk menjaga aplikasi tetap online, mengalami gangguan layanan dan terpaksa membatasi pendaftaran hanya untuk pengguna dengan nomor telepon China.
Kemunculan DeepSeek sebagai kuda hitam dalam perlombaan AI, yang menurut perusahaan hanya menghabiskan biaya pengembangan sebesar US$5,6 juta, merupakan tantangan serius bagi narasi Silicon Valley yang menyatakan bahwa pengeluaran modal yang besar sangat penting untuk mengembangkan model AI terkuat. Hal ini memberikan pukulan telak bagi para miliarder yang kekayaannya terkait erat dengan rantai pasokan AI Barat, yang telah menjadi pendorong utama pasar saham dalam dua tahun terakhir.
Strategi Serupa
Lonjakan valuasi perusahaan-perusahaan pengembang kecerdasan buatan raksasa, seperti Meta Platforms Inc, Alphabet Inc, dan Microsoft Corp, telah menghasilkan kekayaan miliaran dolar bagi para pemiliknya sejak OpenAI meluncurkan ChatGPT pada November 2022. Para pemain besar ini sebagian besar beroperasi dengan pola serupa: menggelontorkan dana dalam jumlah besar untuk mengembangkan dan menjalankan sistem AI dengan menimbun semikonduktor tercanggih dan pasokan energi yang dibutuhkan untuk mengoperasikannya.
Mark Zuckerberg, CEO Meta, pada Jumat lalu mengumumkan bahwa perusahaannya berencana untuk menghabiskan US$60 miliar hingga US$65 miliar untuk proyek-proyek terkait AI tahun ini, jauh di atas perkiraan Wall Street. Belanja modal di seluruh perusahaan teknologi besar diperkirakan akan mencapai US$200 miliar pada tahun 2025, menurut laporan Bloomberg Intelligence.
Meskipun pendapatan yang dihasilkan dari semua investasi mereka sejauh ini masih terbatas, pasar telah memberi penghargaan kepada saham teknologi AS dengan valuasi tertinggi yang pernah ada. Hal ini telah menghasilkan peningkatan kekayaan yang signifikan bagi para pemiliknya. Nvidia sejauh ini menjadi peraih keuntungan terbesar dari kehebohan AI, dengan kekayaan bersih CEO Jensen Huang meningkat hampir delapan kali lipat menjadi US$121 miliar sejak awal 2023 hingga Jumat lalu. Kekayaan Zuckerberg melonjak 385% menjadi US$229 miliar selama periode yang sama dan Jeff Bezos dari Amazon.com Inc naik 133% menjadi US$254 miliar.
Sementara Huang dan pendiri Oracle Larry Ellison mengalami kerugian, kekayaan miliarder teknologi besar lainnya tidak terpengaruh. Kekayaan bersih Zuckerberg justru naik sebesar US$4,3 miliar pada hari itu seiring pemulihan saham Meta dari penurunan di awal sesi perdagangan. Kekayaan Bezos juga naik sekitar US$632 juta.
Dominasi Modal Dipertanyakan
Munculnya DeepSeek yang mampu mengembangkan model gratis yang berpotensi menyaingi atau mengungguli pesaing seperti ChatGPT dan Claude dari Anthropic dengan biaya pengembangan yang jauh lebih rendah, membuat investor mempertanyakan logika di balik ketergantungan Silicon Valley pada belanja modal.
Salah satu alasan utama mengapa DeepSeek tidak bergantung pada investasi besar dan chip tercanggih untuk mengembangkan modelnya adalah karena perusahaan China memiliki akses terbatas ke GPU (Graphics Processing Unit) yang canggih. Sebagian besar perusahaan Barat mengandalkan GPU sejak pemerintah AS menerapkan kontrol ekspor yang ketat pada cip tercanggih.
Dalam sebuah wawancara dengan CNBC minggu lalu, Alexandr Wang, CEO penyedia data pelatihan Scale AI, mengatakan bahwa meskipun ada kontrol ekspor, DeepSeek dan pengembang China lainnya kemungkinan memiliki lebih banyak GPU daripada yang disadari Silicon Valley.
"Lab-lab China memiliki lebih banyak H100 daripada yang diperkirakan orang," kata Wang, merujuk pada chip AI tercanggih dari Nvidia. "Menurut saya, DeepSeek memiliki sekitar 50.000 H100, yang tentu saja tidak bisa mereka bicarakan karena melanggar kontrol ekspor yang diberlakukan AS."
Keberhasilan DeepSeek menunjukkan bahwa inovasi AI tidak selalu membutuhkan limpahan modal. Hal ini dapat memicu perlombaan teknologi baru antara Amerika Serikat dan China, di mana para pemain harus lebih cerdas dan lebih efisien dalam pengembangan AI.
(bbn)




























