Langkah Trump mencerminkan bagaimana ia memandang tarif sebagai senjata ekonomi untuk digunakan melawan pemerintah yang tidak mendukung tujuannya secara geopolitik. Pesan ini menunjukkan bahwa bahkan sekutu lama pun tidak aman jika tidak bekerja sama dengannya.
Kurang dari tiga jam setelah unggahan Trump, Petro mengumumkan tarif balasan sebesar 25% untuk impor AS. Pemerintah Kolombia, katanya, akan membantu proses menggantikan produk impor AS yang mahal dengan produksi dalam negeri, meski ia tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Insiden ini dipicu oleh dua penerbangan yang membawa total 160 orang dari 350 migran Kolombia yang dijadwalkan untuk dideportasi, menurut seorang sumber yang memahami situasi tersebut.
Awalnya, Petro menyambut penerbangan ini, tetapi ia berubah pikiran setelah mengetahui bahwa AS menggunakan pesawat militer untuk mengangkut migran. Sebelumnya, Meksiko juga membatalkan penerbangan deportasi dengan alasan serupa.
Pejabat Amerika Latin, termasuk Petro, mengaku kecewa dengan perlakuan terhadap migran yang tiba dalam keadaan diborgol di tangan dan kaki. Saat ini, AS dan El Salvador sedang bekerja sama untuk menyusun perjanjian suaka yang memungkinkan deportasi migran non-Salvador ke negara Amerika Tengah tersebut.
Pada Minggu, Kolombia menyatakan kesediaannya untuk menggunakan pesawat kepresidenan untuk memulangkan migran. Menteri Luar Negeri Kolombia yang baru, Laura Sarabia, menyatakan bahwa pihaknya terbuka untuk berdialog dengan AS.
Hubungan Dagang Kolombia-AS
Meski sebagian besar negara Amerika Selatan kini lebih banyak berdagang dengan China, AS tetap menjadi mitra dagang utama Kolombia.
Dari Januari hingga November 2024, ekspor Kolombia ke AS mencapai US$13 miliar, meningkat hampir 8% dibandingkan periode yang sama pada 2023. Selain itu, diaspora Kolombia di AS berkontribusi besar melalui ikatan budaya dan aliran remitansi.
Kolombia juga menjadi sumber minyak asing terbesar keempat bagi AS, melampaui Arab Saudi dan Brasil, dengan pengiriman lebih dari 215.000 barel minyak mentah setiap harinya ke pelabuhan-pelabuhan AS. Sekitar 29% dari total ekspor Kolombia ditujukan ke AS.
Trump juga menyerukan larangan perjalanan dan pencabutan visa terhadap pejabat pemerintah Kolombia, termasuk anggota partai, keluarga, dan pendukung pemerintah Petro. Bagian visa di Kedutaan Besar AS akan ditutup pada Senin (27/01/2025), membatalkan ratusan janji temu, menurut sumber tersebut.
Trump juga mengumumkan peningkatan inspeksi bea cukai untuk semua warga dan kargo asal Kolombia dengan alasan keamanan nasional. Ia menambahkan bahwa di bawah kewenangan eksekutifnya, sanksi perbankan dan keuangan akan diberlakukan sepenuhnya.
Trump kembali mengancam akan menerapkan tarif baru terhadap Kanada, Meksiko, dan China pada 1 Februari, setelah resmi menjabat. Langkah ini, menurutnya, bertujuan untuk menyeimbangkan perjanjian dagang sekaligus mengumpulkan pendapatan guna mendukung proposal legislasi domestiknya. Sebelumnya, selama kampanye, Trump sempat mengusulkan penerapan tarif dasar universal untuk mendorong manufaktur dan bisnis di Amerika Serikat.
Sebagai salah satu sekutu utama AS di Amerika Latin, Kolombia selama ini menjadi penerima bantuan militer dan finansial terbesar dari Washington. Namun, posisi Petro sebagai pemimpin sayap kiri yang vokal membuat hubungan antara kedua negara semakin renggang. Petro kerap menjalin kerja sama dengan China dan mengkritik Israel atas korban sipil dalam konflik dengan Hamas.
“Respon Petro terhadap Trump sangat ceroboh, dan ini adalah pertarungan yang tidak akan dimenangkan,” kata Sergio Guzmán, analis dari Colombia Risk Analysis. “Postingan di media sosial memiliki konsekuensi besar, dan momen ini akan berdampak nyata bagi Kolombia.”
Guzmán juga menyoroti dampak ekonomi akibat ketegangan ini, khususnya pada industri bunga Kolombia yang sangat bergantung pada ekspor ke AS. “Ini waktu yang sangat buruk untuk industri bunga Kolombia,” ujarnya, mengingat perayaan Hari Valentine yang semakin dekat, salah satu puncak ekspor bunga ke Amerika Serikat.
Hubungan antara Kolombia dan AS semakin terguncang setelah serangan kelompok gerilya ELN pekan lalu. Kelompok ini dilaporkan melakukan operasi intimidasi dengan membawa daftar target pembunuhan untuk merebut kendali penuh atas wilayah Catatumbo, kawasan penghasil kokain di dekat perbatasan Venezuela.
Akibat ketegangan ini, Kolombia berisiko kehilangan statusnya sebagai mitra strategis AS dalam perang melawan narkoba. Jika itu terjadi, Kolombia akan sejajar dengan Venezuela di bawah Nicolás Maduro—meskipun dampaknya lebih bersifat reputasi dibanding finansial.
Gedung Putih melaporkan bahwa dalam 100 jam pertama masa pemerintahannya, sebanyak 538 imigran ilegal telah ditangkap, dengan menggunakan pesawat militer untuk proses deportasi. Langkah ini menegaskan kebijakan keras Trump terhadap isu imigrasi yang menjadi salah satu prioritas utamanya.
(bbn)
































