“Kita telah diperlakukan dengan sangat buruk akibat pemberian bodoh yang seharusnya tidak pernah terjadi, dan janji Panama kepada kita telah dilanggar,” ujar Trump, mengacu pada perjanjian yang menyerahkan kendali Terusan Panama kepada Panama pada 1999.
Trump juga menyoroti bahwa kapal-kapal Amerika, termasuk Angkatan Laut AS, dikenakan biaya berlebihan dan tidak diperlakukan dengan adil di kanal tersebut. Namun, yang lebih mengkhawatirkan baginya adalah peran China dalam pengoperasian kanal tersebut.
"China yang mengoperasikan Terusan Panama, dan kami tidak memberikannya kepada China. Kami memberikannya kepada Panama, dan kami akan mengambilnya kembali," tegas Trump.
Sebelumnya, ekonom energi dari Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti berpendapat harga minyak Brent akan turun setelah Trump dilantik.
Dia memperkirakan harga Brent tahun ini di level US$74 barel/hari atau sama seperti yang diproyeksikan oleh The United States Energy Information Agency dalam Short Term Energy Outlook.
Brent untuk pengiriman Maret sedikit berubah pada US$80,05/barel pada pukul 9:45 pagi di Singapura. West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, yang berakhir pada Selasa, turun 1,5% dari sesi Jumat menjadi US$76,74 per barel.
”Kembalinya era fossil fuels, di mana para Oligarki Perusahaan Minyak dan Gas AS akan memproduksi lebih banyak minyak untuk menekan harga minyak dalam jangka pendek, agar beban inflasi turun secara drastis,” jelas Yayan.
Yayan menilai produksi minyak akan difokuskan pada Semenanjung Meksiko yang akan menambah 50% produksi minyak mentah AS pada 2026.
(mfd/wdh)
































