Logo Bloomberg Technoz

“Sekutu kita harus membayar lebih untuk pertahanan bersama. Beban ini tidak seharusnya hanya ditanggung oleh Amerika,” tegas Trump.

Meski retorikanya kerap terdengar agresif, Trump menekankan bahwa warisan paling membanggakan yang ingin ia tinggalkan adalah sebagai pembawa perdamaian dan pemersatu. Ia menyebut bahwa keberhasilannya akan dinilai dari kemampuannya menjaga Amerika Serikat tetap terhindar dari konflik asing.

“Kita akan mengukur kesuksesan kita bukan hanya dari pertempuran yang kita menangkan, tetapi juga dari perang yang kita akhiri, dan yang paling penting, perang yang tidak pernah kita masuki,” katanya, menyoroti pendekatannya yang lebih mengutamakan negosiasi dibanding intervensi militer.

Presiden AS Donald Trump berpidato setelah diambil sumpah dalam di gedung DPR AS, Senin (20/1/2025). (Kenny Holston/The New York Times/Bloomberg)

Perubahan Nada dalam Pidato Pelantikan Trump

Pidato pelantikan dari Presiden Donald Trump diikuti oleh pidato kedua di ruangan lain di Gedung Capitol. Pidato kedua ini lebih mirip dengan gaya kampanye Trump, di mana ia membela tindakannya pada 6 Januari 2021, mengkritik lawan-lawan politiknya seperti mantan Ketua DPR Nancy Pelosi, serta memberikan isyarat pengampunan bagi mereka yang dihukum terkait serangan di Capitol. Trump juga kembali mengulang klaim tidak berdasar tentang kecurangan pemilu dan mengkritik keputusan Presiden Joe Biden yang memberikan grasi kepada sejumlah narapidana hukuman mati.

Trump mengungkapkan bahwa ia sempat ingin menyertakan beberapa topik kontroversial dalam pidato pelantikannya, tetapi dihalangi oleh Wakil Presiden JD Vance dan Ibu Negara Melania Trump.

Pidato pelantikan Trump berlangsung selama 30 menit, sementara pidato kedua memakan waktu 32 menit. Saat mengakhiri pidato kedua, Trump menyatakan, "Menurut saya, ini adalah pidato yang lebih baik daripada yang saya sampaikan sebelumnya. Saya memberi Anda perlakuan kelas A+."

Upacara pelantikan pada Senin (20/01/2025) berlangsung dengan suasana yang lebih sederhana dibandingkan biasanya. Karena cuaca yang ekstrem, Trump memindahkan prosesi pengucapan sumpah jabatan ke dalam Rotunda Gedung Capitol. Parade pelantikan yang biasanya berlangsung di sepanjang Pennsylvania Avenue menuju Gedung Putih dialihkan ke Capital One Arena di pusat kota Washington.

Meskipun demikian, beberapa tradisi pelantikan tetap dilaksanakan. Upacara yang bertepatan dengan Hari Martin Luther King Jr. ini diawali dengan kebaktian gereja yang dihadiri Trump dan sejumlah eksekutif korporat. Setelah itu, Trump mengunjungi Presiden Biden di Gedung Putih untuk acara minum teh yang sudah menjadi tradisi.

Acara pelantikan juga dihadiri oleh sejumlah mantan presiden, termasuk George W. Bush, Barack Obama, dan Bill Clinton, yang hadir bersama istrinya, mantan Menteri Luar Negeri dan rival politik Trump dalam pemilu, Hillary Clinton.

(bbn)

No more pages