Dalam setiap program pemerintah yang melibatkan distribusi pangan, termasuk MBG, kata dia, sangat penting adanya kontrol kualitas yang ketat mulai dari proses produksi hingga distribusi makanan.
"Kita harus memastikan bahwa katering yang bekerja sama dengan program ini mematuhi standar keamanan pangan yang berlaku, serta memiliki sistem kontrol yang memadai untuk menjaga kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak," ujar politikus PKS tersebut.
Menurut Alifudin, kejadian ini juga harus menjadi pelajaran penting bagi pemerintah dalam meningkatkan sistem pengawasan terhadap program MBG di masa mendatang.
"Sistem pengawasan yang lebih baik harus dibangun, terutama dalam hal kebersihan dan keamanan makanan yang disediakan untuk anak-anak. Kepercayaan masyarakat terhadap program ini sangat penting, dan kejadian seperti ini dapat merusak citra program yang sangat bermanfaat bagi siswa-siswi," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menyebut kejadian keracunan sebagai kesalahan teknis yang tidak disengaja dan berjanji untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
"Kami akan meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan standar yang lebih tinggi. Ini murni masalah teknis, tidak ada unsur kesengajaan," ujar Dadan kepada Bloomberg Technoz, Jumat (17/01/2025).
Dadan juga memastikan bahwa para siswa yang menjadi korban kini telah membaik dan kembali menjalani aktivitas sekolah seperti biasa.
"Hari ini mereka sudah lebih baik, dan anak-anak juga kembali sekolah normal," tambahnya.
Saat ditanya mengenai tindakan terhadap juru masak dan layanan dapur yang terlibat, Dadan menegaskan bahwa langkah-langkah perbaikan sudah dilakukan.
"Sudah kita lakukan untuk perbaikan," katanya.
(ain)






























