Logo Bloomberg Technoz

Sementara harga minyak rapeseed bertambah 0,73%. Saat harga minyak nabati pesaing makin mahal, maka keuntungan untuk beralih ke CPO menjadi meningkat. Sebab, berbagai komoditas ini bisa saling menggantikan.

Ilustrasi kebun sawit. (Joshua Lott/Bloomberg)

Analisis Teknikal

Setelah anjlok minggu ini, bagaimana ramalan harga CPO untuk pekan depan? Apakah bisa bangkit atau malah makin terjepit?

Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), CPO sebenarnya menempati zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 51,97.

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI CPO tipis saja di atas 50, sehingga boleh dibilang cenderung netral.

Sementara indikator Stochastic RSI sudah menyentuh angka 0. Paling kecil, sangat jenuh jual (oversold).

Oleh karena itu, ruang kebangkitan harga CPO menjadi terbuka. Target resisten terdekat adalah MYR 4.342/ton yang menjadi Moving Average (MA) 10. Jika tertembus, maka MA-20 di MYR 4.417/ton bisa menjadi target selanjutnya.

Sedangkan target support ada di MYR 4.137/ton. Penembusan di titik ini berisiko menjatuhkan harga CPO ke arah MYR 3.826/ton.

(aji)

No more pages