Pendapatan non operasi juga mencapai Rp90,33 miliar, mengalami penurunan 6% dari periode sebelumnya. Laba sebelum pajak pada periode Januari hingga Maret tahun ini sebesar Rp279,29 miliar, berbalik dari posisi sebelum yang mencatatkan rugi sebelum pajak Rp21,6 miliar.
Hingga berakhirnya kuartal I-2023, perusahaan fintech lending mencatatkan nilai aset Rp6,38 triliun dengan tingkat liabilitas Rp3,49 triliun dan saldo ekuitas Rp2,89 triliun. Akumulasi nilai aset, liabilitas, ataupun ekuitas masih ditopang oleh 95 perusahaan fintech konvensional, atau paling dominan secara jumlah. Sedangkan fintech lending syariah yang tercatat dan mengantongi izin OJK hanya 7 perusahaan.
Indikator kinerja usaha perusahaan fintech lending lain, adalah rasio laba terhadap total aset perusahaan atau Return on Assets (ROA) yang berada di level 3,24%. Sementatara rasio laba terhadap ekuitas atau Return on Equity (ROE) berada pada kisaran 7,15%. Raihan ROA ataupun ROE seluruh perusahaan jasa fintech lending membangik dibandingkan posisi tahun lalu, dimana nilainya kala itu negatif 0,56% dan 0,94%.
(wep/roy)






























