Logo Bloomberg Technoz

"Untuk 2029, peta politik bisa berubah. Kalau tidak masuk parpol, bisa tidak lagi berpengaruh lagi. Kalau sekarang masih berpengaruh karena masih masa bulan madu. Dua tahun lagi saya kira peta akan berubah. Masing-masing tokoh akan mencari panggung untuk 2029," kata Lili.

Menurut dia, Gibran adalah sosok yang paling butuh mendapatkan kendaraan politik baru. Apa lagi, jika putera sulung Jokowi ini tetap ingin maju pada kontestasi politik nasional atau Pemilu 2029. 

Gibran, kata dia, mungkin tak bisa lagi maju pada sebuah Pemilu tanpa status kader sebuah partai politik. Toh, dia mendapat keistimewaan tersebut pada Pemilu 2024, karena menyandang anak presiden yang memiliki angka kepuasan di masyarakat sangat tinggi.

"Jika ingin maju untuk 2029, harus menjadi bagian dari parpol," ujar dia.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, Jokowi bersama putera sulungnya, Gibran Rakabuming Raka; dan menantunya, Bobby Nasution tak lagi berstatus kader. Hal ini terjadi meski ketiganya mungkin masih memiliki atau menyimpan KTA PDIP.

"Jokowi dan keluarga sudah tidak lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan," kata Hasto, Rabu (04/11/2024). 

Dia mengatakan, status Jokowi dan Gibran hilang pada saat keduanya berseberangan dengan PDIP pada saat Pemilu 2024. Kala itu, PDIP kukuh untuk mengusung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sebagai calon presiden dan calon wakil presiden.

Menurut Hasto, Jokowi dan keluarganya sudah berseberangan dengan semangat PDIP karena cenderung memiliki ambisi kekuasaan tanpa batas.

(prc/frg)

No more pages