Logo Bloomberg Technoz

Saham Bank Panin Tak Seindah Dulu, Turun 59% Dalam 6 Bulan

Whery Enggo Prayogi
02 May 2023 06:15

Ilustrasi Panin Bank. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Ilustrasi Panin Bank. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Saham PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) kehilangan daya pikat, terlebih setelah munculnya kabar batalnya akuisisi perusahaan oleh  investor asal Jepang, Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. dan Sumitomo Mitsui Financial Group Inc. Bahkan jika ditilik pergerakan dalam enam bulan terakhir, saham PNBN ‘melempem’. Saham PNBN anjlok 59%.

Pada Rabu (26/4/2023) tengah pekan lalu kabar terhentinya proses negosiasi saham Bank Panin antara pemegang saham pengendali dengan investor baru, muncul. Tak menunggu lama, saham PNBN langsung anjlok 2,6% menjadi Rp1.280.

Kenaikan di awal perdagangan Rabu pagi ke Rp1.360 tak mampu menyelamatkan perusahaan dari aksi jual besar-besaran atas saham PNBN. Sehari berselang aksi buang saham PNBN terus terjadi. Saham Bank Panin telah masuk autoreject batas bawah (ARB) dengan penurunan 85% atau 6,7% ke posisi Rp1.185.

ARB kedua terjadi pada hari terakhir perdagangan bulan April, tepatnya Jumat (28/5/2023). PNBN ‘gontai, sahamnya kembali turun 80 poin (6,75%) ke level Rp1.105, berdasarkan data perdagangan Bloomberg.

Saham Bank Panin bahkan masuk dalam lima besar saham dengan penurunan nilai terbanyak dalam sepekan, atau selama tiga hari perdagangan karena Bursa baru memulai aktivitas Rabu (26/4/2023) usai libur panjang perayaan Hari Raya Idul Fitri 2023.