Logo Bloomberg Technoz

Perlawanan Islam di Irak tidak secara eksplisit mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, namun dalam sebuah pernyataan di Telegram, kelompok militan tersebut mengatakan bahwa mereka memutuskan untuk melanjutkan operasi militer terhadap pasukan Amerika setelah Perdana Menteri Irak Mohammed Shia Al-Sudani mengunjungi AS bulan ini. Kelompok ini memberikan waktu tiga bulan kepada Al-Sudani untuk merundingkan kepergian pasukan AS di Irak.

"Apa yang terjadi beberapa waktu lalu adalah permulaan yang harus ditingkatkan," menurut pernyataan kelompok tersebut.

Serangan tersebut terjadi setelah sebuah ledakan di sebuah pangkalan di Irak akhir pekan ini yang dikuasai oleh Pasukan Mobilisasi Populer, sebuah koalisi milisi yang bersekutu dengan Iran, yang menewaskan satu orang dan melukai delapan orang, Associated Press melaporkan. AS mengatakan bahwa pihaknya tidak berada di balik insiden tersebut.

(bbn)

No more pages