Logo Bloomberg Technoz

Raksasa Migas Dunia Berlomba ‘Kubur’ Karbon di Asean, Termasuk RI

News
28 March 2024 14:20

Penyimpanan cadangan stok Chevron di Richmond, California (Bloomberg/David Paul Morris)
Penyimpanan cadangan stok Chevron di Richmond, California (Bloomberg/David Paul Morris)

Natasha White, Stephen Stapczynski, dan Eko Listiyorini - Bloomberg News

Bloomberg, Perusahaan-perusahaan minyak terbesar di dunia terpantau sedang getol berlomba-lomba untuk 'menguburkan', bukan 'membuang', emisi karbon  dari industri mereka; jauh dari negara mereka. Wilayah sasaran mereka adalah Asia Tenggara (Asean), tidak terkecuali di Indonesia.

Penyimpanan karbon dioksida atau carbon capture storage (CCS) muncul sebagai sumber pendapatan potensial bernilai miliaran dolar bagi perusahaan-perusahaan migas kakap seperti Exxon Mobil Corp, Shell Plc dan Chevron Corp, yang sedang berada di bawah tekanan global untuk mengendalikan pembakaran bahan bakar fosil tanpa batas.

Di Asia, yang menghasilkan sebagian besar emisi karbon pada abad ini, Indonesia dan Malaysia termasuk di antara sedikit tempat di mana CO2, setelah ditangkap, dapat disimpan di bawah tanah.

Dengan uang tunai, pengalaman puluhan tahun dalam menyuntikkan karbon untuk tujuan memompa minyak berlebih, dan makin banyak sumur yang sudah terkuras yang dapat diisi ulang, perusahaan-perusahaan minyak telah berebut posisi.

Fasilitas penangkapan dan penyimpanan gas alam cair dan karbon Gorgon di Pulau Barrow, Australia. Fotografer: Lisa Maree Williams/Bloomberg