Logo Bloomberg Technoz

2. Krisis Properti China

Ilustrasi sektor properti China (Sumber: Bloomberg)

Krisis ini dimulai pada tahun 2021, ketika pemerintah China mulai menerapkan kebijakan yang lebih ketat untuk mengendalikan pertumbuhan sektor properti. 

Kebijakan-kebijakan ini, seperti pembatasan pinjaman kepada pengembang properti dan kenaikan pajak properti, menyebabkan penurunan permintaan properti di China. 

Pada 2023, krisis properti China semakin memburuk. Hal ini terlihat pada bulan Juli 2023, ketika Evergrande Group, salah satu pengembang properti terbesar di China, gagal membayar obligasi senilai US$260 juta. Kegagalan bayar ini memicu kekhawatiran akan terjadinya efek domino di sektor properti China.

3. Hilangnya Kapal Selam Wisata Titanic

Kapal selam wisata Titan. (Dok. OceanGate, Inc.)

Pada Juni 2023, kapal selam Titan milik perusahaan OceanGate Expeditions hilang saat melakukan ekspedisi ke bangkai kapal Titanic di perairan Atlantik Utara. Kapal selam itu membawa lima orang, yaitu Victor Vescovo CEO OceanGate Expeditions, Chris Jewell seorang arkeolog, Lori Garver mantan Wakil Administrator NASA, Anousheh Ansari miliarder dan astronaut, juga Mohammad Al-Muhairi konglomerat asal Uni Emirat Arab.

Berdasarkan pemeriksaan awal, puing-puing kapal selam Titan menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang parah. Hal ini mengindikasikan bahwa kapal selam tersebut mengalami kecelakaan yang menyebabkannya tenggelam.

Penyebab kecelakaan kapal selam Titan masih belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa kemungkinan penyebab yang diinvestigasi oleh Penjaga Pantai AS (US Coast Guard) antara lain kecelakaan teknis hingga tabrakan dengan objek bawah laut. 

4. Perang di Timur Tengah hingga Eropa

Konflik Israel Hamas di wilayah Palestina. (Dok: Bloomberg)

Invasi Rusia ke Ukraina yang dimulai pada Februari 2022 masih berlangsung hingga kini. Perang ini telah mengakibatkan krisis kemanusiaan yang besar, dengan jutaan pengungsi dan korban jiwa. Upaya mediasi untuk mengakhiri perang sejauh ini belum membuahkan hasil. 

Perang antara Rusia dan Ukraina telah menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia. Hal ini disebabkan oleh gangguan rantai pasok, kenaikan harga energi, dan ketidakpastian ekonomi.

Sementara itu, konflik Israel-Palestina kembali berkobar pada Oktober 2023, menyusul serangan Hamas ke wilayah selatan Israel. Pertempuran yang telah berjalan selama 2 bulan ini mengakibatkan lebih dari 20.000 warga Palestina dan Israel meninggal dunia, dan menyebabkan kerusakan infrastruktur yang parah di kedua belah pihak. 

5. Ketegangan antara China dan AS

Joe Biden dan Xi Jinping di San Francisco (Sumber: X @SpokespersonCHN)

Ketegangan antara Amerika Serikat dan China terus meningkat pada tahun 2023. Kedua negara bersaing untuk supremasi di berbagai bidang, termasuk ekonomi, teknologi, dan militer.

Persaingan di bidang teknologi berfokus pada kecerdasan buatan, teknologi 5G, hingga cip semikonduktor. Kedua negara juga bersaing untuk menjadi kekuatan eknomi paling dominan di dunia. Hal ini berdampak pada sektor perdagangan dan keamanan.

Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping sempat bertemu di sela-sela KTT APEC pada November 2023. Pertemuan ini berlangsung selama beberapa jam, tetapi tidak menghasilkan kesepakatan baru untuk meredakan ketegangan.

6. Skandal Pencucian Uang di Singapura

Ilustrasi Singapura. (Dok: Bloomberg)

Skandal pencucian uang di Singapura pada tahun 2023 adalah salah satu kasus pencucian uang terbesar dalam sejarah Singapura. Kasus ini melibatkan sejumlah besar uang yang dicuci melalui sistem perbankan Singapura, dan melibatkan sejumlah besar orang, termasuk warga negara Singapura, warga negara asing, dan pejabat pemerintah.

Kasus ini terungkap pada bulan Agustus 2023, ketika polisi Singapura melakukan penggerebekan di beberapa lokasi di seluruh pulau. Polisi menangkap 10 orang, termasuk warga negara China, Kamboja, Siprus, Turki, dan Vanuatu.

Polisi menyita aset senilai S$1 miliar atau Rp11,3 triliun dari para tersangka. Aset tersebut terdiri dari mobil mewah, rumah, uang tunai, dan aset lainnya. Penyelidikan polisi menemukan bahwa para tersangka menggunakan berbagai metode untuk mencuci uang, termasuk menggunakan rekening bank palsu, perusahaan fiktif, dan transaksi mata uang asing.

Kasus ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang kerentanan sistem perbankan Singapura terhadap pencucian uang. Otoritas Moneter Singapura (MAS) telah meningkatkan pengawasan terhadap sistem perbankan, dan telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kesadaran tentang pencucian uang.

7. Tahun 2023 Jadi Tahun Terpanas Sepanjang Masa

Seorang seniman duduk dengan membawa payung saat cuaca panas di Jembatan Westminster, London, Inggris, Rabu (6/9/2023). (Chris Ratcliffe/Bloomberg)

Rekor hari terpanas pada Juni berlanjut hingga Juli, yang mencatatkan 10 hari terpanas sepanjang sejarah. Gelombang panas menyerang Amerika Serikat (AS), sebagian besar Eropa, dan sebagian Asia sementara El Nino semakin meningkat di Samudera Pasifik dan perairan Atlantik lepas Florida yang mencapai suhu 32,2 derajat celcius. 

Fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya ini sudah cukup untuk menetapkan tahun 2023 sebagai tahun terpanas sejak pencatatan dimulai di tahun 1800-an.

Bumi telah menghangat 1,2 derajat celcius sejak era praindustri karena meningkatnya emisi gas rumah kaca di atmosfer. Menurut Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (National Oceanic and Atmospheric Administration/NOAA) fenomena ini menyebabkan 22 dari 23 tahun terakhir adalah yang terpanas. Satu-satunya cara untuk menghentikan temperatur terus meningkat adalah agar warga dunia segera mengurangi polutan iklim mereka. Terutama, kata para ilmuwan iklim, dengan membuang bahan bakar fosil.

Sementara itu, salah satu yang mendorong bertambahnya temperatur panas tahun ini adalah El Niño, fenomena yang terjadi pertama dalam hampir empat tahun. 

(del)

No more pages