Logo Bloomberg Technoz

UEFA merujuk Bloomberg pada komentar Kepala Sepak Bola Zvonimir Boban bulan ini. Menanggapi laporan tentang klub Saudi yang akan bergabung dengan Liga Champions pada tahun 2025, ia mengatakan kepada surat kabar Kroasia, Jutarnji List, bahwa hal itu adalah "rekayasa."

Tim-tim Arab Saudi telah menghabiskan sekitar US$650 juta atau setara Rp9,94 triliun dalam beberapa bulan terakhir. Mereka merogoh kantong sangat dalam untuk mendatangkan sejumlah pemain bintang seperti Karim Benzema, Neymar Junior, hingga Jordan Henderson.

Berita terbaru, salah satu klub SPL yaitu Al-Ittihad berencana mendatangkan bintang Liverpool asal Mesir yaitu Mohamed Salah. Bahkan, sebelumnya, mereka juga berniat mendatangkan bintang Argentina, Lionel Messi. Akan tetapi, mantan pemain PSG tersebut memilih bergabung dengan Inter Miami di AS. 

"Kami akan melakukan apa pun untuk mendatangkan para pemain itu ke Arab Saudi," kata Nohra. "Itu tidak berarti itu adalah anggaran terbuka. Namun kami tidak dapat membelenggu diri kami sendiri jika kami ingin membawa beberapa talenta terbaik ke sini. Kami harus membayar harga yang pantas untuk membawa mereka ke sini."

Dalam hal menghasilkan uang, SPL masih kalah dibandingkan dengan liga-liga sepak bola top dunia. Namun pembelian pemain-pemain terkemuka tersebut menggarisbawahi ambisi besar Arab Saudi yang ingin melakukan diversifikasi dari minyak dengan melakukan investasi besar-besaran di segala bidang, mulai dari olahraga hingga kota-kota baru dan mobil listrik.

SPL telah berusaha keras pada tahun lalu untuk menarik lebih banyak sponsor dan menandatangani kesepakatan penyiaran dengan perusahaan media internasional. Pertandingannya kini disiarkan di sekitar 140 negara, kata Nohra, dan pendapatan siaran telah meningkat 650% sejak pemain Portugal, Cristiano Ronaldo, bergabung dari Manchester United akhir tahun lalu.

Ronaldo Menandatangani Kontrak dengan Klub Al Nassr dari Arab Saudi. "Pendapatan ini memang tidak besar untuk membiayai semua kegiatan yang kami lakukan, namun ini merupakan pergerakan yang signifikan," ujar dia.

Pertumbuhan SPL merupakan proses jangka panjang dan tidak ada jadwal yang pasti kapan SPL akan mencapai titik impas.

"Mendorong nilai perusahaan dari liga dan klub-klub jelas merupakan inti dari apa yang kami lakukan," kata Nohra. "Jika hal itu membuat klub-klub dan liga menjadi aset yang dapat diinvestasikan, maka kami akan mencapai tujuan tersebut."

-Dengan bantuan dari Hugo Miller.

(bbn)

No more pages