Logo Bloomberg Technoz

Dalam penyelenggaraan kali ini, PLN menghadirkan tiga kategori perlombaan, yakni Half Marathon 21K, Star Energy Geothermal 10K, dan MCI 5K. Ketiga kategori tersebut disiapkan untuk menjangkau berbagai tingkat kemampuan pelari, mulai dari peserta rekreasional hingga atlet yang ingin mengejar pencapaian kompetitif.

Aspek kualitas lintasan juga menjadi perhatian penyelenggara. Seluruh rute telah melalui pengukuran yang mengacu pada standar Association of International Marathons and Distance Races (AIMS) untuk memastikan ketepatan jarak perlombaan.

Selain meningkatkan kualitas penyelenggaraan, PLN juga menyiapkan apresiasi bagi para peserta yang berhasil mencatatkan prestasi. Total hadiah podium yang disediakan mencapai Rp1 miliar.

Tidak hanya itu, PLN menyiapkan satu unit mobil listrik bagi pelari yang mampu memecahkan rekor nasional Half Marathon. Insentif tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kompetisi sekaligus memperkuat pesan mengenai pemanfaatan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi sektor transportasi.

PLN Integrasikan Konsep Net Zero Emissions

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan, penyelenggaraan PLN Electric Run juga menjadi bagian dari transformasi peran perusahaan agar semakin dekat dengan masyarakat.

Menurut Gregorius, tanggung jawab PLN tidak hanya terbatas pada penyediaan infrastruktur dan layanan ketenagalistrikan. Perusahaan juga perlu memastikan berbagai aktivitas bisnis dan program yang dijalankan memberikan manfaat lebih luas bagi publik.

Dia menilai tantangan sektor ketenagalistrikan semakin kompleks, terutama dalam menghadapi perubahan sistem energi dan menjalankan agenda transisi energi. Salah satu sasaran jangka panjang yang terus diupayakan adalah pencapaian net zero emissions pada 2060.

“PLN memang selama ini dikenal sebagai perusahaan di bidang teknik. Namun, di era sekarang, PLN harus semakin dekat dengan masyarakat. Apa yang kami upayakan dari hulu ke hilir pada akhirnya adalah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tantangannya memang tidak mudah, mulai dari aspek sistem dan teknis, termasuk transisi energi dan pencapaian target net zero emissions pada 2060. Namun, semua itu terus kami kerjakan secara bertahap,” ujar Gregorius.

Sejalan dengan agenda tersebut, PLN kembali menerapkan konsep Net Zero Emissions dalam penyelenggaraan PLN Electric Run 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memanfaatkan Renewable Energy Certificate (REC) untuk memenuhi kebutuhan energi selama kegiatan berlangsung.

Dok. PLN

REC merupakan instrumen yang merepresentasikan penggunaan energi listrik dari sumber energi terbarukan. Pemanfaatannya dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PLN memperkenalkan penggunaan energi bersih kepada masyarakat melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Selain pemanfaatan energi terbarukan, PLN juga melakukan penghitungan dan pengimbangan emisi karbon atau carbon offset. Perhitungan tersebut mencakup sejumlah sumber emisi yang berkaitan dengan penyelenggaraan acara.

Sumber emisi yang diperhitungkan antara lain penggunaan kendaraan, konsumsi energi, serta aktivitas para peserta selama kegiatan berlangsung. Dengan pendekatan tersebut, PLN berupaya mengelola dampak lingkungan dari penyelenggaraan acara, sekaligus memperkenalkan praktik kegiatan yang lebih memperhatikan aspek keberlanjutan.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat bahwa transisi energi tidak hanya berkaitan dengan perubahan teknologi pembangkit listrik. Perubahan pola konsumsi energi dan aktivitas masyarakat turut menjadi bagian penting dalam mendukung pengurangan emisi.

PLN Electric Run Hadirkan Manfaat Sosial

Selain membawa misi lingkungan, PLN Electric Run 2026 juga mengintegrasikan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Pada penyelenggaraan tahun ini, PLN menyiapkan enam unit motor listrik untuk disalurkan kepada organisasi non-pemerintah atau non-governmental organization (NGO).

Organisasi penerima bantuan tersebut berfokus pada perlindungan, pendampingan, serta pemberdayaan ekonomi dan sosial bagi mantan pekerja migran perempuan. Dukungan kendaraan listrik diharapkan dapat menunjang aktivitas operasional organisasi dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan.

Inisiatif tersebut memperluas dimensi penyelenggaraan PLN Electric Run. Selain mengampanyekan kesehatan dan pengurangan emisi, kegiatan ini juga diarahkan untuk memberikan kontribusi sosial kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan.

Keterlibatan ekosistem digital PLN turut menjadi bagian dari penyelenggaraan tahun ini. Direktur Niaga dan Pemasaran PLN Icon Plus Joice Lanny Wantania mengatakan partisipasi perusahaan bertujuan memperluas pemanfaatan aplikasi PLN Mobile sekaligus mendekatkan layanan digital PLN kepada masyarakat.

Menurut Joice, kegiatan olahraga dengan partisipasi ribuan orang dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan layanan digital perusahaan secara lebih luas. Dia juga berharap kegiatan tersebut mampu mendorong terbentuknya ekosistem yang mendukung prinsip keberlanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin semakin mengampanyekan penggunaan PLN Mobile dan mendekatkan aplikasi tersebut kepada pelanggan. Kami juga berharap kegiatan ini dapat membangun sebuah ekosistem baru yang mendukung konsep green, memberikan kontribusi bagi perekonomian sekitar, serta membudayakan masyarakat agar lebih aktif, peduli terhadap kesehatan, dan menerapkan gaya hidup yang lebih positif,” tutur Joice.

Dukungan terhadap agenda tersebut juga datang dari mitra penyelenggara. Tim Relation MCI Renewables Junio Ananda Mahendra menilai PLN Electric Run 2026 dapat menjadi sarana untuk membangun kesadaran publik mengenai urgensi transisi energi bersih di Indonesia.

Menurut Junio, perubahan menuju penggunaan energi bersih membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor penting agar agenda transisi energi dapat berjalan secara berkelanjutan.

"Kami menyadari bahwa kesadaran untuk melakukan transisi energi bersih harus dibangun secara kolektif. Bukan hanya tentang transisi energinya, tetapi juga bagaimana kesadaran publik mengenai pentingnya transisi energi di Indonesia dapat terus ditingkatkan," tutup Junio.

Melalui penyelenggaraan PLN Electric Run 2026, PLN berupaya menggabungkan agenda olahraga, edukasi lingkungan, pemanfaatan energi terbarukan, dan pemberdayaan sosial dalam satu kegiatan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam mendukung gaya hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap masa depan energi bersih Indonesia.

(tim)

No more pages