Sebagai sekutu utama Presiden AS Donald Trump, Peña sempat menawarkan pengunduran diri di tengah tekanan terkait hubungannya dengan Ueno Bank SA, bank komersial yang tutup pekan ini.
Peña memiliki saham di perusahaan induk bank tersebut, Grupo Vázquez, sebelum melepaskan kepemilikannya tahun lalu.
Penyelidikan menunjukkan bahwa Peña “turut campur dalam keputusan terkait penempatan, perpanjangan, dan penyimpanan dana publik serta dana jaminan sosial di Ueno Bank,” menurut jaksa penuntut.
Bukti-bukti tersebut mencakup “pertemuan yang diadakan dengan pejabat dari Lembaga Jaminan, Social Security Institute, dalam kaitannya keputusan investasi pada instrumen keuangan yang diterbitkan oleh bank tersebut.”
Dengan memilih untuk memberhentikan Peña alih-alih menerima pengunduran dirinya, para anggota parlemen menolak memberinya kursi seumur hidup di Senat tanpa hak suara yang dijamin konstitusi bagi mantan presiden — sebuah status yang seharusnya memberinya kekebalan luas dari tuntutan hukum.
Wakil Presiden Pedro Alliana dilantik sebagai pemimpin baru negara tersebut pada hari Jumat. Alliana, yang lolos dari pemungutan suara pemakzulan pada hari Kamis, akan menyelesaikan sisa masa jabatan Peña, yang berakhir pada Agustus 2028.
“Kami menantikan kerja sama dengan Presiden Alliana dan pemerintahannya,” kata Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Belahan Barat Juan Pablo Segura dalam unggahan di X. “Paraguay adalah mitra strategis, teman, dan sekutu Amerika Serikat.”
Brasil, Chili, Peru, dan negara-negara lain juga mengucapkan selamat dan mendoakan kesuksesan bagi Alliana.
Paraguay is a strategic partner, friend, and ally of the United States. We look forward to working with President Alliana and his government to advance the interests of both the American and Paraguayan people.
— Juan Pablo Segura (@WHAAsstSecty) November 7, 2026
Krisis Politik
Kasus Bank Ueno jadi pemicu krisis politik terbesar di Paraguay sejak Kongres memberhentikan mantan Presiden Fernando Lugo pada 2012, menyusul bentrokan mematikan antara polisi dan petani tak bertanah.
Pihak regulator menyita Bank Ueno pada Selasa dini hari, membekukan tabungan jutaan warga Paraguay, termasuk para pensiunan. Hal itu memicu protes di mana sekitar satu dari tiga orang memiliki simpanan di Eueno Bank, meskipun bank sentral telah mulai mengganti kerugian para nasabah dari dana jaminan simpanan. Beberapa orang berdemonstrasi di luar kediaman Peña pada hari Jumat.
Simpanan pemerintah di lembaga keuangan tersebut melonjak dari nol saat Peña mulai menjabat pada 2023 menjadi lebih dari US$800 juta pada awal tahun ini. Peña juga secara khusus memilih seorang mantan eksekutif Ueno untuk memimpin bank sentral negara tersebut, yang memicu sorotan publik terkait hubungan yang terlalu dekat dan pengawasan yang lemah, sementara pertumbuhan pesat lembaga keuangan tersebut tidak terkendali.
Gubernur bank sentral, Carlos Carvallo, mengundurkan diri pekan ini, sementara Miguel Vázquez, pemilik Bank Ueno, ditangkap.
Pemerintah telah membayar sebesar 996 triliun guaraní atau setara US$155 juta untuk hampir 1,2 juta rekening yang ada di Bank Ueno, kata Alliana dalam sebuah postingan di X pada hari Sabtu. Ia juga menjamin semua pembayaran pensiun dan bonus setelah dana yang disimpan oleh Lembaga Jaminan Sosial terjebak dalam bank yang bangkrut tersebut.
Peña yang Lengser
Pemberhentian Peña kemungkinan akan mengakhiri karier politiknya yang ditandai dengan peralihan kesetiaan partai dan kenaikan pesat yang didorong oleh aliansinya dengan mantan Presiden Horacio Cartes, ketua Partai Colorado yang berkuasa dan salah satu pengusaha terkaya di Paraguay.
Peña bergabung dengan partai tersebut saat menjabat sebagai menteri keuangan di bawah Cartes, yang memimpin pemerintahan dari tahun 2013 hingga 2018. Setelah kalah dalam pemilihan pendahuluan presiden partai pada tahun 2017, ia berhasil mendapatkan nominasi partai lima tahun kemudian dan memenangkan pemilihan pada tahun 2023.
Peña melakukan puluhan perjalanan ke luar negeri dan bertemu para pemimpin asing dan merayu investor. Pemerintahan Trump menjalin hubungan erat dengan pemerintahannya yang ramah bisnis, dan presiden AS memujinya sebagai “pemuda tampan” dalam sebuah KTT di Washington pada bulan Februari.
Para kritikus sering menuduh bahwa Peña adalah boneka Cartes. Namun, ia memutuskan hubungan dengan mantan presiden tersebut dalam beberapa bulan terakhir, yang semakin memecah belah Partai Colorado.
Cartes secara terbuka menyerukan pemecatannya pada hari Kamis, yang memicu proses pemakzulan cepat yang berujung pada kejatuhan Peña.
(bbn)
























