Logo Bloomberg Technoz

Menurut para pakar, peretasan Binance merupakan pencurian terbesar dalam sejarah mata uang kripto sekaligus salah satu insiden siber terbesar secara umum. Serangan ini mengguncang industri kripto yang selama ini berupaya memperluas adopsi di kalangan masyarakat luas.

Peretas Korea Utara dikenal luas atas serangkaian serangan sebelumnya terhadap bursa kripto. FBI dan para pakar keamanan siber menuduh kelompok tersebut berada di balik sejumlah pencurian kripto terbesar dalam beberapa tahun terakhir, termasuk serangan terhadap Bybit senilai US$1,5 miliar pada tahun lalu dan pencurian sekitar US$620 juta dalam bentuk mata uang kripto pada 2022.

TraderTraitor merupakan unit peretas elite Korea Utara yang sebelumnya dituding FBI sebagai dalang peretasan Bybit.

Baca Juga: Di Balik Malam-Malam Tanpa Tidur, Ruang Kendali Binance Berjuang Mengatasi Peretasan

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengatakan AS tengah menyelidiki kemungkinan keterlibatan Korea Utara dalam serangan terhadap Binance.

“Mereka mengatakan akan menjaminnya atau semacamnya,” kata Trump kepada wartawan pada Jumat di Ruang Oval Gedung Putih. “Itu adalah peretasan. Itulah masalahnya. Anda tahu, dulu dengan cara konvensional, ketika Anda menandatangani cek, uangnya bisa ditarik. Sekarang orang-orangnya berbeda. Uangnya tidak pernah terlihat lagi. Jadi, saya selalu merasa hal ini sedikit berbahaya.”

Dalam beberapa pekan terakhir, Trump mengisyaratkan kemungkinan pembukaan kembali komunikasi AS dengan Korea Utara. Dia menyebut pertemuan potensial dengan pemimpin negara tersebut, Kim Jong Un, dapat berlangsung tahun ini. Namun, awal bulan ini Trump meredam ekspektasi tersebut dengan mengatakan dirinya “tidak yakin ada pihak yang meminta pertemuan.”

(bbn)

No more pages