Logo Bloomberg Technoz

Pembukaan kembali ini terjadi bersamaan dengan serangkaian serangan gencar oleh kelompok Houthi terhadap Riyadh sepanjang akhir pekan. Koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi kelompok militan tersebut di Yaman menyatakan telah mencegat sebuah rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan ke arah ibu kota pada hari Minggu.

Pada saat yang sama, koalisi juga berupaya menangkal rentetan proyektil di wilayah selatan yang berdekatan dengan perbatasan Yaman.

Pasar saham Arab Saudi anjlok hingga 3,4% pada hari Minggu dan kini mencatatkan kinerja bulanan terburuk sejak 2022, seiring dengan langkah para investor dalam memperhitungkan peningkatan risiko geopolitik.

Sepanjang bulan ini, puluhan orang tewas akibat serangan kelompok Houthi di Arab Saudi, termasuk serangan terhadap sebuah bandara di Provinsi Timur serta ladang minyak yang dioperasikan oleh Saudi Aramco. Kelompok Houthi terus menyatakan bahwa mereka menargetkan bandara Riyadh, di samping infrastruktur energi vital lainnya di kerajaan tersebut.

Amerika Serikat telah memerintahkan penarikan sebagian staf diplomatiknya dari Arab Saudi akibat meningkatnya risiko, serta melakukan penyesuaian jumlah staf di berbagai kedutaan besar di Timur Tengah.

Perintah tersebut muncul hampir delapan bulan setelah dimulainya perang antara AS dan Israel melawan Iran, serta menyusul serangkaian ancaman dari Presiden Donald Trump untuk melancarkan gelombang serangan bar, yang mungkin terjadi setelah pemilihan paruh waktu AS pada 3 November.

Meningkatnya permusuhan mengancam akan menimbulkan kerusakan lebih lanjut pada ekonomi Arab Saudi dan berisiko menghambat kemajuan agenda bernilai triliunan dolar milik Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang bertujuan mengubah negaranya menjadi pusat investasi asing, pariwisata, dan kecerdasan buatan.

Serangan-serangan tersebut mendorong Riyadh untuk menunda berbagai acara penting, termasuk Future Investment Initiative, sebuah ajang yang biasanya mendatangkan para tokoh besar di bidang keuangan, energi, dan politik ke ibu kota setiap bulan Oktober.

Aktivitas bisnis pun melambat karena penutupan sementara bandara memaksa para konsultan dan eksekutif untuk membatalkan perjalanan mereka.

Banyak orang yang tiba di Riyadh dalam beberapa pekan terakhir menempuh perjalanan darat dari pusat-pusat kegiatan di dekatnya, seperti Dubai, Doha, atau Bahrain, atau menggunakan kereta api dari kota Dammam yang terletak di pesisir Teluk.

Selama akhir pekan, Arab Saudi mengeluarkan peringatan serangan udara untuk sejumlah wilayah, termasuk Riyadh, Yanbu, Jeddah, dan Mekkah—salah satu tempat paling suci dalam agama Islam.

Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Jasem Albudaiwi, mengecam keras serangan yang membahayakan kota suci tersebut. Ia menyebutnya sebagai “pelanggaran yang sangat berbahaya terhadap kesucian tempat-tempat suci serta provokasi yang melukai perasaan umat Muslim di seluruh dunia.”

Kelompok Houthi, yang merupakan bagian dari apa yang disebut sebagai “poros perlawanan” yang didukung Teheran, telah berkonflik dengan Riyadh jauh sebelum perang melawan Iran dimulai pada bulan Februari. Mereka meningkatkan intensitas serangan pada bulan Oktober, setelah pasukan Yaman yang didukung Arab Saudi melancarkan ofensif untuk merebut kembali wilayah-wilayah yang dikuasai oleh kelompok Houthi.

(bbn)

No more pages