Kondisi geografis yang beragam menuntut kesiapan personel dan dukungan peralatan yang mudah dipindahkan. Mesin pompa air diharapkan dapat menunjang upaya petugas menjangkau lokasi yang membutuhkan penanganan cepat, terutama di kawasan dengan akses terbatas.
Dandim 1204/Sanggau-Sekadau Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya mengapresiasi bantuan yang diberikan BRI. Menurutnya, mesin pompa air yang praktis dan mudah dimobilisasi dapat membantu personel menghadapi kendala selama penanganan karhutla.
“Bantuan ini sangat berarti dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan, khususnya dalam penanganan karhutla. Kami mengapresiasi kepedulian BRI yang turut mendukung upaya penanggulangan dampak asap karhutla di Kalimantan Barat,” ujarnya.
BRI Perkuat Dukungan Pemadaman dan Kesehatan Warga
Dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan kawasan hutan dan lahan, tetapi juga ancaman kabut asap terhadap kehidupan masyarakat. Paparan asap berpotensi mengganggu kesehatan, mobilitas, dan aktivitas ekonomi warga, khususnya mereka yang masih harus beraktivitas di luar ruangan.
Karena itu, penanganan karhutla membutuhkan dukungan lintas pihak, mulai dari upaya pemadaman hingga langkah untuk mengurangi dampak asap terhadap masyarakat. Ketersediaan sarana bagi petugas perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kebutuhan warga yang terdampak.
BRI melalui program BRI Peduli turut memberikan bantuan kesehatan bagi masyarakat yang menghadapi kondisi tersebut. Sebelumnya, perseroan menyalurkan masker untuk membantu mengurangi paparan asap serta vitamin guna mendukung daya tahan tubuh warga selama kabut asap berlangsung.
Bantuan tersebut melengkapi dukungan peralatan pemadaman yang diberikan kepada petugas. Dengan pendekatan tersebut, BRI berupaya mendukung penanganan karhutla dari sisi operasional di lapangan sekaligus membantu masyarakat menghadapi dampak yang ditimbulkan.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, keterlibatan perseroan dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari pelaksanaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan. Dukungan diberikan dengan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan serta pentingnya koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait.
Menurut Dhanny, kolaborasi tersebut diperlukan untuk membantu memperlancar upaya penanggulangan bencana dan mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat. Selain membantu penyediaan peralatan bagi petugas, perhatian terhadap kesehatan warga juga menjadi bagian dari dukungan BRI Peduli.
“Melalui BRI Peduli, kami berupaya hadir untuk mendukung kebutuhan penanganan karhutla, baik melalui penyediaan peralatan bagi petugas maupun bantuan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Kami berharap dukungan ini dapat membantu kelancaran upaya pemadaman, sekaligus meringankan dampak yang dirasakan warga agar mereka tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari hingga kondisi berangsur pulih,” pungkas Dhanny.
Penyaluran 270 unit mesin pompa air tersebut mempertegas peran dukungan berbagai pihak dalam penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Peralatan yang tersedia diharapkan dapat membantu petugas menghadapi tantangan pemadaman, terutama di lokasi yang memiliki akses terbatas dan membutuhkan mobilisasi sarana secara cepat.
Di sisi lain, bantuan masker dan vitamin menjadi bentuk perhatian terhadap warga yang berpotensi terpapar kabut asap. Langkah ini penting untuk membantu masyarakat menghadapi gangguan aktivitas sehari-hari selama penanganan kebakaran berlangsung.
Melalui BRI Peduli, BRI berupaya memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Satgas Karhutla, dan instansi terkait dalam mendukung penanggulangan bencana. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu upaya pemadaman sekaligus menekan dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Penanganan karhutla tetap memerlukan koordinasi dan kesiapan berkelanjutan, terutama ketika titik api tersebar dan kondisi geografis menyulitkan mobilisasi petugas. Ketersediaan peralatan yang sesuai kebutuhan lapangan serta perlindungan bagi warga menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko yang ditimbulkan kebakaran hutan dan lahan.
(tim)



























