Logo Bloomberg Technoz

Seiring waktu, pengetahuan yang diperoleh Evi tidak hanya membantunya menjalankan usaha, tetapi juga menjadi bekal untuk mengenalkan layanan keuangan kepada warga sekitar. Ia mulai membantu masyarakat memahami berbagai transaksi perbankan, termasuk mendorong kebiasaan menabung di bank.

Kehadiran BRILink Agen Kirana kemudian semakin dikenal oleh masyarakat. Warga yang membutuhkan layanan keuangan tidak lagi harus selalu mendatangi kantor bank untuk memenuhi sejumlah kebutuhan transaksi sehari-hari.

Dari outlet yang dikelolanya, Evi melayani berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pencairan bantuan sosial, pembayaran tagihan, hingga pencairan gaji pekerja perkebunan. Ragam layanan tersebut membuat outletnya menjadi salah satu titik akses keuangan bagi warga di wilayah pedesaan.

BRILink Agen Kirana Layani Dua Desa

Kepercayaan masyarakat menjadi salah satu faktor yang mendorong perkembangan usaha Evi. Ia mengaku, sejumlah pelanggan bahkan bersedia menunggu outletnya buka meskipun tersedia tempat lain yang sudah melayani transaksi.

“Alhamdulillah, beberapa orang rela menunggu saya buka daripada pergi ke tempat lain. Itu menjadi kebanggaan tersendiri buat saya. Padahal tempat lain sudah buka, tetapi mereka memilih menunggu karena sudah merasa nyaman dengan pelayanan di sini. Sekarang, outlet milik saya telah melayani masyarakat dari dua desa sekaligus, yakni Desa Rejosari dan Desa Negara Ratu yang mencakup puluhan dusun,” ujarnya.

Jangkauan pelayanan tersebut memperlihatkan bagaimana agen perbankan dapat berperan dalam mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat. Dengan keberadaan outlet di lingkungan tempat tinggal, warga memiliki alternatif untuk melakukan transaksi tanpa harus menempuh perjalanan lebih jauh.

Bagi Evi, menjaga kepercayaan pelanggan menjadi bagian penting dalam mengembangkan usaha. Konsistensi memberikan pelayanan yang baik turut membantu BRILink Agen Kirana mempertahankan pelanggan sekaligus menjangkau masyarakat dari wilayah sekitar.

Dalam satu bulan, Evi melayani lebih dari 2.200 transaksi. Volume tersebut dapat meningkat hingga dua kali lipat ketika memasuki periode penyaluran bantuan sosial pemerintah, saat kebutuhan masyarakat untuk melakukan transaksi ikut bertambah.

Peningkatan aktivitas transaksi memberikan dampak terhadap perkembangan usaha yang dijalankan Evi. Pendapatan dari kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis, termasuk membuka cabang baru agar layanan yang diberikan dapat menjangkau lebih banyak pelanggan.

Perkembangan usaha itu juga membawa perubahan dalam kehidupan pribadinya. Salah satu pencapaian yang berhasil diwujudkan Evi adalah menunaikan ibadah umrah, sebuah keinginan yang dapat direalisasikan seiring dengan pertumbuhan usaha yang dijalankannya.

Pengalaman Evi menunjukkan bahwa peluang menjadi BRILink Agen tidak hanya berkaitan dengan penyediaan layanan transaksi. Bagi pengelolanya, usaha tersebut juga dapat menjadi sumber penghasilan, sarana membangun kemandirian ekonomi, dan jalan untuk mewujudkan tujuan finansial keluarga.

BRI Perluas Inklusi Keuangan Melalui Agen

Manfaat keberadaan BRILink Agen juga dirasakan oleh masyarakat yang dilayani. Warga memperoleh akses transaksi yang lebih dekat, sementara interaksi dengan agen memberikan kesempatan untuk mengenal berbagai layanan keuangan formal.

Model layanan ini memungkinkan aktivitas perbankan hadir di tengah kehidupan masyarakat, termasuk di wilayah yang aksesnya terhadap kantor bank relatif terbatas. Agen menjadi penghubung antara kebutuhan transaksi sehari-hari dan layanan keuangan yang disediakan perbankan.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, pengembangan BRILink Agen diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan usaha bagi para agen.

“BRILink Agen kami dorong agar dapat tumbuh bersama masyarakat. Di satu sisi, masyarakat semakin mudah mengakses layanan perbankan sekaligus semakin memahami berbagai layanan keuangan. Di sisi lain, para agen memiliki peluang untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan perekonomian keluarganya. Dengan demikian, perluasan inklusi dan literasi keuangan juga dapat berjalan beriringan dengan tumbuhnya peluang ekonomi di tingkat lokal,” ujar Dhanny.

Pernyataan tersebut menegaskan dua manfaat yang ingin dicapai melalui pengembangan jaringan agen, yakni memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan dan membuka peluang ekonomi bagi pengelola usaha.

Dari sisi masyarakat, kehadiran agen membantu mendekatkan layanan transaksi yang dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari. Sementara itu, bagi agen, kegiatan tersebut membuka kesempatan untuk membangun usaha berbasis kebutuhan lokal dengan dukungan pendampingan dari BRI.

Kisah Evi di Kecamatan Natar menggambarkan bagaimana layanan keuangan dapat berkembang melalui kedekatan dengan masyarakat. Kepercayaan pelanggan, keberagaman kebutuhan transaksi, dan pendampingan usaha menjadi bagian dari perjalanan BRILink Agen Kirana hingga mampu melayani warga dari dua desa.

Ke depan, keberadaan jaringan agen seperti BRILink Agen Kirana memiliki peran dalam mendorong pemerataan akses keuangan di tingkat lokal. Ketika akses transaksi semakin dekat dan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan meningkat, peluang untuk mengembangkan kegiatan ekonomi juga semakin terbuka.

Melalui BRILink Agen, BRI berupaya menghadirkan layanan keuangan yang lebih mudah dijangkau sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha. Bagi Evi, langkah tersebut telah membuka perjalanan baru dari mantan pekerja perusahaan ekspedisi menjadi pengelola usaha yang melayani ribuan transaksi setiap bulan dan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat di Natar.

(tim)

No more pages